1.500 Marbot di Kabupaten Tegal Tedaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 27 Februari 2026 | 15.29
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal, Suspriyanti mewakili Bupati Tegal menyerahkan santunan dari Baznas Kabupaten Tegal kepada 50 anak yatim dan lansia sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Tegal di bulan suci Ramadan, Kamis,26 Februari 2026 malam
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal, Suspriyanti mewakili Bupati Tegal menyerahkan santunan dari Baznas Kabupaten Tegal kepada 50 anak yatim dan lansia sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Tegal di bulan suci Ramadan, Kamis,26 Februari 2026 malam

Pemkab Tegal daftarkan 1.500 marbot jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan tingkatkan hibah insentif guru keagamaan hingga Rp18 miliar pada 2026.

SLAWI, puskapik.com - Sebagai bentuk perlindungan atas pengabdian para penjaga masjid, Pemerintah Kabupaten Tegal mendaftarkan marbot sebagai peserta BPJS.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.500 marbot telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjangkau 277 desa atau sekitar 96,5 persen desa di Kabupaten Tegal.

"Pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan spiritual dan kesejahteraan sosial. Pada tahun 2025, sebanyak 1.500 marbot telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," terang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tegal Suspriyanti saat menghadiri Tarhim di Masjid Masjid Darussalam, Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kamis 26 Februari 2026.

Baca Juga: Bangun Jalan dan Jembatan di Suradadi, Pemkab Tegal Siapkan Anggaran Rp10,041 Miliar

Lebih lanjut, Suspriyanti menuturkan, sebanyak

9.318 dari 11.636 pengajar keagamaan aktif telah menerima hibah insentif.

"Sejak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Tegal menganggarkan Rp16 miliar per tahun, dan pada 2026 meningkat menjadi lebih dari Rp18 miliar sebagai bentuk komitmen kepada para guru madrasah diniyah dan guru ngaji," ungkapnya.

Pada Tarhim tersebut,

ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan Ramadan. Ia menyoroti fenomena perang sarung yang kini kerap bergeser menjadi tawuran remaja dan berpotensi membahayakan keselamatan.

“Jangan sampai bulan suci yang seharusnya menjadi momentum memperbanyak ibadah dan memperkuat akhlak justru tercoreng oleh tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Mari kita tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak, perkuat peran keluarga, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan agar Ramadan di Kabupaten Tegal berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan,” tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait