Misteri Watu Lumpang di Rumdin Bupati Tegal

Minggu, 14 September 2025 | 23.16
Misteri Watu Lumpang di Rumdin Bupati Tegal

TEGAL, puskapik.com - Pemandangan menarik tertuju pada satu titik di sudut serambi selatan Rumah Dinas atau Rumdin Bupati Tegal. Batu besar dengan lubang di tengah terlihat unik dan kuno. Batu bulat y...

TEGAL, puskapik.com - Pemandangan menarik tertuju pada satu titik di sudut serambi selatan Rumah Dinas atau Rumdin Bupati Tegal. Batu besar dengan lubang di tengah terlihat unik dan kuno. Batu bulat yang diletakan di pintu serambi selatan tersebut, juga terlihat mistis. Jika berkunjung ke Rumdin Bupati Tegal dengan masuk dari pintu samping selatan, pasti melihat batu besar yang berlubang di tengahnya. Banyak orang yang menyadari dan ada juga yang tidak menyadari adanya batu kuno itu. Konon, watu lumpang pada zaman dahulu berbagai fungsi, mulai dari alat prasejarah untuk menumbuk padi, biji-bijian, dan bahan lain, hingga alat untuk menempa dan membersihkan senjata pusaka. Selain fungsi praktis tersebut, watu lumpang juga berfungsi sebagai punden atau situs megalitik yang memiliki nilai sejarah, tempat pemujaan arwah nenek moyang, dan sarana pemujaan Dewi Sri. Informasi yang diperoleh, bahwa watu lumpang berasal dari komplek Perkantoran Pemkab Tegal, tepatnya di depan kantor Satpol PP Kabupaten Tegal. Watu lumpang itu diboyong Bupati Tegal terdahulu, Agus Riyanto. Watu lumpang di taruh di lapangan basket Rumdin Bupati Tegal. Pada zaman Bupati Tegal, Almarhum Enthus Susmono dipindahkan ke lokasi sekarang. Tidak tahu secara pasti pemindahan batu itu ke Rumdin Bupati Tegal. Namun, banyak yang menduga bahwa watu lumpang tersebut merupakan peninggalan zaman prasejarah. Pada zaman pemerintahan Almarhum Enthus Susmono, watu lumpang sempat diteliti oleh peneliti dari Belanda. Namun, hasil penelitian tersebut saat itu bahwa watu lumpang merupakan peninggalan zaman prasejarah. Hingga kini, watu lumpang hanya dibiarkan sebagai hiasan di Rumdin Bupati Tegal. Anggota Tim Pendataan Cagar Budaya Dikbud Kabupaten Tegal, Slamet Haryanto alias Slamet Gelang menyampaikan, dirinya yang mendata watu lumpang yang berada di komplek Pemkab Tegal. Lantaran tidak terurus, sehingga dibawa ke Rumdin Bupati Tegal pada era Agus Riyanto dan diletakan di lapangan basket. Pada era Bupati Enthus Susmono, watu lumpang dipindahkan ke depan serambi Rumdin Bupati Tegal hingga saat ini. "Watu lumpang itu merupakan Yoni peninggalan zaman hindu. Saat itu, bisa digunakan untuk tempat pemujaan para leluhur," kata Slamet. **

Artikel Terkait