Situs Batur Kedawung, Cikal Bakal Baturaden

Desa Ketenger Baturraden menyimpan Situs Batur Kedawung, jejak megalitikum asal-usul nama Baturraden dan wisata sejarah budaya.
BANYUMAS, puskapik.com - Lega rasanya bisa sampai di Desa Ketenger Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu 8 Januari 2026. Tujuan kami rombongan dari kawan- kawan Puskapik.com untuk melihat langsung keberadaan Situs Batur Kedawung yang selama ini diceritakan sebagai cikal bakal atau asal muasal nama Baturraden.
Kenapa Disebut Desa Ketenger? Jejak Sejarah Situs Batur Kedawung di Baturraden.
Di lereng Gunung Slamet, tersembunyi sebuah desa yang menyimpan kisah lama, Desa Ketenger Baturaden.
Nama ini bukan sekadar sebutan, tetapi jejak sejarah yang masih terhubung dengan Situs Batur Kedawung, peninggalan megalitikum yang dipercaya sebagai tempat asal muasal nama desa ketenger.
Kata Ketenger berasal dari cerita rakyat setempat. Dahulu, wilayah ini sering dijadikan tempat bertapa dan bermeditasi, hingga dikenal dengan sebutan Tenger, yang berarti tanda atau petilasan. Dari situlah muncul nama Ketenger, desa yang menjadi saksi bisu perjalanan spiritual masyarakat di masa lampau.
Situs Batur Kedawung menyimpan berbagai artefak dan semua terbuat dari batu. Hingga kini, suasana mistis dan sakral masih terasa. Seolah menjaga rahasia leluhur yang tidak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Legenda Desa Cipaku Purbalingga, Sezaman dengan Kerajaan Tarumanegara (Seri 2-habis)
Lokasi situs berada tidak jauh dari perkampungan warga berjarak sekitar 1,5 kilometer dengan jalan menanjak bebatuan. Tepatnya di areal persawahan dan dikelilingi bukit yang ditumbuhi pohon lebat.
Suasana sejuk dan tenang membuat yang datang ke tempat itu merasa nyaman. Meski sudah telah ada sejak ratusan tahun lalu, namun kondisinya masih sangat rapi, bersih dan terawat.
Susunan batu berbagai ukuran membentuk tujuh undakan tanpa atap. Ketika Langkah kaki menaiki tangga gerbang masuk ada sambutan ramah dari alam sekitarnya.
Angin semilir, burung berkicauan, suara air gemericik serta warga yang sedang sibuk beraktifitas di areal persawahan.
Baca Juga: Jejak Leluhur, Prasasti Batu Tulis Cipaku Purbalingga Masih Tersimpan Misteri
Energi positif tersebut menjadi bekal yang baik untuk silaturahmi serta mendoakan para leluhur. Dalam kesempatan itu, juga kami gunakan untuk bersyukur atas semua yang telah dilimpahkan Gusti Allah.
Apa yang kami lakukan sebagai upaya belajar jati diri tentang makna "Sopo sing ngerti asale, ora bakal bingung balike" atau Siapa yang tahu dari mana asalnya, tidak akan pernah kebingungan pulangnya. Yakni tentang pemahaman hidup, dalam Kehidupan yang menghidupi (Urip Iku Urup).
Selain Situs Batur Kedawaung, Desa Ketenger, juga memiliki berbagi potensi wisata alam yang indah serta peninggalan sejarah masa penjajahan Belanda maupun Jepang.
Bagi pengunjung yang menyukai pengalaman sejarah yang ada pada suatu daerah, maka dapat mengunjungi wisata sejarah rel Lori. Lori ini pada masanya oleh pemerintahan Belanda digunakan untuk mengangkut hasil hutan seperti tebu dan kopi dari perkebunan menuju pabrik.
Wisata sejarah lain juga terdapat waduk Ketenger yang merupakan peninggalan masa pendudukan Jepang, yang sekarang sudah diperbarui dan perbaiki menjadi PLTA dan menjadi lokasi wisata air.
Wisata budaya juga merupakan wisata yang diminati oleh bayak wisatawan. Salah satu kebudayaan yang disuguhkan kepada pengunjung adalah seni begalan. Begalan adalah kombinasi antara seni tari dan lawak yang diiringi gamelan.
Beberapa kesenian yang bisa disajikan untuk menghilangkan dahaga budaya seperti Ebeg (atau kuda lumping/jaran kepang) yaitu atraksi orang dengan menaiki kuda mainan yang terbuat dari ayaman bambu; Siteran yakni sebuah alat musik petik di dalam gamelan Jawa yang dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari lain digunakan untuk menahan getaran ketika senar lain dipetik.
Ada juga seni tradisional Begalan yaitu kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending gamelan yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan; juga terdapat Rengkong, yakni kesenian yang
menyajikan bunyi-bunyian khas yang sangat menawan, dilakukan secara serempak yang dihasilkan dari permainan pukulan bambu. Salam Rahayu. **


