‎Wakil Bupati Semarang : Tradisi Nyadaran harus Dilestarikan

Mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) berfoto bersama Wakil Bupati Semarang Arifah.

Wabup Semarang Nur Arifah hadiri tradisi Nyadran di Tlogo Tuntang bersama mahasiswa KKN UNNES, tekankan gotong royong dan toleransi.

SEMARANG, puskapik.com - Wakil Bupati Semarang Nur Arifah hadir dalam kegiatan Nyadaran di Dusun Joyo Desa Tlogo Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Hadir pula para mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa itu.

"Kami dari mahasiswa KKN UNNES senang bisa ikut meramaikan dan hadir dalam kegiatan Nyadaran yang merupakan budaya luhur yang harus terus dilestarikan. Kehadiran kami bersama tim, sebab kami merasa punya tangung jawab sebagai generasi muda untuk ikut terus melestarikan budaya daerah yang baik," ujar Ketua TIM KKN Dwi Alvin Hidayat, Jumat (6/2).

Ia mengatakan, kegiatan Nyadaran diikuti oleh warga setempat bersama mahasiswa KKN UNNES sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga: Tanggul Sungai Ciapit Jebol, Banjir Terjang Desa Luwungbata Tanjung

Mereka merasa menjadi bagian dari masyarakat setempat sehingga harus ikut nyengkuyung (mensukseskan) tradisi Nyadran yang sudah menjadi salah satu kearifan lokal.

Wakil Bupati Semarang, Arifah, dalam sambutanya saat hadir dalam acara itu mengatakan, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga. Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin dalam kegiatan seperti Nyadran perlu terus dipertahankan karena membawa manfaat bagi semua pihak.

Selain itu, wakil bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi antarumat beragama, seperti Islam, Kristen, dan Buddha, agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis. Tradisi Nyadran dinilai bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehidupan.

Artikel Terkait