Sempat Pamit Beli Kado, Korban Pembunuhan di Pemalang Tinggalkan Dua Anak
Senin, 24 November 2025 | 21.05

PEMALANG, puskapik.com – Di balik tragedi pembunuhan wanita di Perumahan Kota Bale Agung (KBA) Kabupaten Pemalang keluarga mengungkap fakta memilukan. Korban sempat pamit membeli kado dan meninggalkan...
PEMALANG, puskapik.com – Di balik tragedi pembunuhan wanita di Perumahan Kota Bale Agung (KBA) Kabupaten Pemalang keluarga mengungkap fakta memilukan. Korban sempat pamit membeli kado dan meninggalkan dua anaknya.
Korban Kusmawati (37) ternyata sudah menghilang sejak Sabtu 22 November 2025 sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di Perumahan Kota Bale Agung (KBA), Desa Saradan, Kabupaten Pemalang.
Adik korban, Irvan Fauzi (31), mengungkapkan jika sang kakak berpamitan pergi dari rumah pada Sabtu siang. Sejak saat itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan korban hingga ditemukan tewas dua hari kemudian.
"Sabtu pagi dia nganter anaknya yang paling kecil ke sekolah. Setelah jemput anak, terus main ke Widuri. Sebelum Zuhur itu sudah sampai rumah." ujar Irvan saat ditemui di Rumah Sakit M Azhari, Pemalang, Senin 24 November 2025.
"Terus katanya izin keluar beli kado. Tidak tahu untuk apa kadonya," lanjutnya.
Kusmawati yang sempat berpamitam membeli kado itu tak kunjung pulang hingga malam hari dan membuat keluarga panik. Irvan bahkan mendatangi rumah korban untuk menemani kedua anaknya yang masih kecil.
"Saya siang ke rumah korban, nungguin dua anaknya. Kan kakak saya di rumah hanya dua anaknya yang masih kecil, suaminya kerja di luar negeri," ungkapnya.
Upaya pencarian dilakukan keluarga namun tak membuahkan hasil. Hingga muncul kecurigaan bahwa korban berada di rumah seorang pria bernama Slamet atau SR di Perumahan Kota Bale Agung Desa Saradan.
"Slamet (SR) itu tetangga depan rumah kakak saya di kampung, sama-sama dari Desa Lawangrejo," tuturnya.
Irvan kemudian menuju lokasi, namun saat ia tiba suasana sudah dipenuhi warga. Dirinya tak diperkenankan melihat kondisi jenazah secara langsung.
"Saya sampai perumahan itu sudah ramai. Saya itu nggak boleh lihat (kondisi korban), saya lihat dari video saudara, sudah meringkuk, tangan terikat, kaki terikat, dikasih plastik," tuturnya.
Motif pembunuhan Kusumawati hingga kini masih menjadi teka-teki. Di masyarakat mencuat sejumlah spekulasi, mulai dari masalah hutang hingga dugaan hubungan gelap dengan terduga pelaku.
"Isu-isunya masalah utang. Cuma kan ada unsur lain saya nggak tahu, apa itu masalah hubungan gelap atau apa. Belum jelas," kata Irvan.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap pelaku serta motif pembunuhan tersebut.
Terduga pelaku berinisial SR masih diburu aparat. Penyelidikan lanjutan menunggu hasil autopsi dan pengembangan saksi di lapangan.
Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Kota Bale Agung Desa Saradan Kabupaten Pemalang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang diduga tewas dibunuh.
Jasad korban ditemukan di dalam kamar mandi rumah di Perumahan Kota Bale Agung Blok F Nomor 40, Minggu 23 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB malam tadi.
Korban diketahui adalah K (37), warga Desa Lawangrejo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.
Ironisnya, wanita tersebut ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar mandi rumah terduga pelaku berinisial SR, yang juga berasal dari Desa Lawangrejo.
Penemuan jasad K berawal dari kecurigaan keluarga yang mencari keberadaannya, hingga akhirnya keluarga mendatangi rumah SR yang dicurigai terakhir berkomunikasi dengan K.
Saat pintu berhasil dimasuki, mereka mendapati tubuh korban tak bernyawa dengan tangan dan kaki terikat di dalam kamar mandi. Sementara terduga pelaku diduga kabur dengan menjebol atap. **



