LDII Pemalang Ngobrol Asik Jurnalustik dengan Ketua PWI Pemalang

Sabtu, 28 Februari 2026 | 17.53
Ketua LDII Pemalang Muhamad Ali Basarah menyampaikan materi dalam acara Ngobrol Asik Jurnalustik dengan Ketua PWI Pemalang.
Ketua LDII Pemalang Muhamad Ali Basarah menyampaikan materi dalam acara Ngobrol Asik Jurnalustik dengan Ketua PWI Pemalang.

LDII Pemalang gelar Ngobrol Asik Jurnalistik bersama Ketua PWI untuk tingkatkan kapasitas generus tangkal hoaks dan sebarkan informasi positif di era digital.

PEMALANG, puskapik.com - Para generasi penerus (generus) dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan ngobrol asik jurnalistik dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muhamad Ali Basarah dari Suara Merdeka.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para generus LDII Pemalang dalam penulisan jurnalistik.

"Saat ini sudah masuk di era digital dan ada sisi positif maupun negatif bagi masyarakat luas. Disini LDII Pemalang ingin mengambil porsi dalam penyebaran informasi positif yang bermanfaat bagi masyarakat maupun negara," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Pemalang, Edy Cahyadi, Sabtu (27/2).

Baca Juga: Operasi Pekat di Wiradesa Pekalongan, Polisi Gerebek Hotel, Seorang Wanita Diamankan

Ia mengatakan, dalam kegiatan ngobrol asik jurnalistik menghadirkan beberapa narasumber, seperti Ketua PWI Pemalang Ali Basarah, Wartawan Suara Merdeka Joko Widodo, maupun dari narasumber internal LDII.

Pada era digital banyak sekali berita hoax, untuk itu adanya pelaltihan itu diharapkan para generus LDII bisa membuat informasi atau berita sesuai fakta.

Hal tersebut sesuai dengan instruksi dari Ketua DPP LDII KH Chriswanto Santoso dimana menekankan peran penting media sebagai penjernih informasi di era post - truth dan derasnya arus digital.

Para penulis di LDII harus melawan informasi keliru, mengutamakan fakta daripada emosi, serta menangkal bahaya penggiringan opini (hoaks).

Media harus berfungsi menjernihkan informasi, bukan justru memperkeruh suasana dengan informasi menyesatkan.

"Saya menyoroti era di mana opini emosional sering mengaburkan kebenaran data dan fakta. Akses informasi yang mudah saat ini dinilai memiliki potensi manfaat besar, namun juga risiko menyesatkan jika tidak dikelola dengan baik," ujar Ketua PWI Pemalang, Muhamd Ali Basarah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait