Jembatan Mendelem Pemalang Anjog dan Miring

Jembatan Mendelem penghubung Semingkir–Watukumpul, Pemalang, anjlok dan miring akibat pergerakan tanah 10 cm per hari. Akses ditutup total.
PEMALANG, puskapik.com - Jembatan Mendelem yang menghubungkan Semingkir - Watukumpul, Kabupaten Pemalang sudah anjloh dan mulai miring rentan roboh.
Pergerakan tanah di lokasi itu sekitar 10 centimeter per 24 jam, akibat hal tersebut jembatan ditutup total baik kendaraan roda dua, empat maupun pejalan kaki sebab sangat membahayakan keselamatan.
"Yang jelas pergeseran setiap 24 jam hampir 10 cm karena tanah terus bergerak sehingga anjlog dan jembatan semakin miring. Untuk menutup akses ke jembatan, para warga menutup jalan dengan kayu dan ranting ranting pohon agar tidak nekat dilalui masyarakat," ujar Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga: 33 Ribu Rumah di Kendal Masih Tak Layak Huni
Ia mengatakan, jeda atau jarak antara jalan dengan jembatan semakin lebar, dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Hingga saat ini pergeseran tanah masih terjadi, dan hingga Minggu siang jembatan sudah anjlog dan miring sekali. Bahkan besi di jembatan bagian atas sudah tidak simetris di posisinya sebab jembatan miring.
Dalam berita sebelumnya, Arief mengatakan, info pagi ini, Sabtu 7 Februari 2026 jembatan Mendelem Kecamatan Watukumpul sudah tidak bisa dilalui.
Hal itu disebabkan opritnya semakin menganga, tanah terus bergerak akibat kondisinya jenuh air dan daya dukungnya berkurang. Bahkan berdasarkan masyarakat lokal, jembatan tersebut juga berbahaya dilalui manusia sebab dikabarkan sudah mau roboh.
Diperkirakan oprit atau sambungan antara jembatan dan jalan renggang atau mengangga sekitar 50 centimeter sepanjang lebar jalan atau jembatan.
Terjadi tanah gerak di jembatan itu sejak hari jumat, tetapi belum terlalu parah, tetapi terjadi hujan terus menerus dengan intensitas tinggi akhir memperparah pergeseran tanah di lokasi itu. Selain jembatan, jalan disekitar lokasi juga tanahnya bergerak terlibat dari aspal yang mulai bergelombang. **



