Cuaca Ekstrem Picu Kecelakaan Kapal Nelayan di Perairan Pemalang

Cuaca ekstrem sebabkan kapal nelayan di Pemalang kecelakaan akibat gelombang tinggi, angin kencang, dan pendangkalan muara, nelayan diimbau tidak melaut.
PEMALANG, puskapik.com – Sejumlah kapal nelayan di Kabupaten Pemalang mengalami kecelakaan akibat dampak cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah perairan utara Jawa Tengah.
Kondisi gelombang tinggi disertai angin kencang membuat aktivitas melaut nelayan menjadi berisiko, terutama saat kapal keluar masuk pelabuhan.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, menuturkan, cuaca ekstrem yang belum juga mereda sangat berdampak terhadap aktivitas nelayan.
Baca Juga: Ombak Tinggi Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Pemalang
Selain gelombang tinggi dan angin kencang, cuaca ekstrem juga menyebabkan pendangkalan muara akibat aliran sungai dari wilayah selatan yang membawa sedimen lumpur.
Pendangkalan muara itu, lanjut Abul Hasan, memperbesar risiko kecelakaan kapal nelayan, khususnya saat kapal hendak berangkat maupun kembali dari laut.
Bahkan sejumlah nelayan yang memaksakan berangkat melaut dilaporkan mengalami kecelakaan.
"Sejauh ini laporan kecelakaan kapal yang kami terima di Tanjungsari Sugihwaras 1 kapal, Asemdoyong 4 kapal, Mojo 3 kapal." tutur Abul Hasan kepada puskapik.com, Senin 9 Februari 2026.
Baca Juga: Angka Perceraian Meningkat, Wagub Taj Yasin Dorong Kelas Calon Pengantin
Abul Hasan menambahkan, kondisi perairan hingga saat ini masih belum aman untuk aktivitas pelayaran nelayan kecil.



