Warga Brebes Belajar Ubah Gembili Jadi Makanan Bergizi, Upaya TMU dan UNNES Cegah Stunting Lewat Dapur Desa
Senin, 13 Oktober 2025 | 02.33

BREBES, puskapik.com - Siapa sangka, umbi gembili yang dulu dianggap makanan kampung kini justru jadi bahan pangan masa depan untuk cegah stunting. Di tangan warga Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Ka...
BREBES, puskapik.com - Siapa sangka, umbi gembili yang dulu dianggap makanan kampung kini justru jadi bahan pangan masa depan untuk cegah stunting.
Di tangan warga Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, bahan lokal itu kini diolah jadi makanan fungsional bergizi berkat pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Melalui program Kosabangsa 2025, para kader posyandu dan kelompok tani dilatih mengolah hasil pertanian lokal seperti gembili, bawang dan palawija agar bernilai ekonomi sekaligus menyehatkan.
Warga diajari membuat inulin dari umbi gembili, serat alami yang baik untuk pencernaan hingga produk olahan seperti makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.
"Selama ini gembili sering dibiarkan karena tidak tahu cara mengolahnya. Sekarang kami tahu ternyata bisa jadi produk bergizi dan laku jual," ujar Sulastri, salah satu kader posyandu Desa Mendala, saat ditemui di sela kegiatan pada Minggu 12 Oktober 2025.
Program ini diketuai oleh Ikrima Khaerun N., M.Pharm.Sci dari TMU, dengan dukungan Prof. Dr. Ari Yuniastuti, M.Kes dari Unnes sebagai pendamping riset.
Keduanya menekankan bahwa ketahanan pangan tidak harus bergantung pada bahan impor, tapi bisa dimulai dari dapur rumah tangga sendiri.
Selain gembili, warga juga diajarkan membuat bawang hitam sebagai sumber prebiotik alami, mengenal tanaman obat keluarga atau toga serta belajar packaging dan pemasaran produk lokal agar bisa masuk pasar UMKM.
"Tujuan kami bukan hanya mengatasi stunting, tapi juga membangun kemandirian ekonomi keluarga. Kalau pangan lokal dikelola dengan baik, warga bisa sehat sekaligus sejahtera," kata Ikrima.
Menurut hasil evaluasi, warga Desa Mendala kini makin paham soal gizi dan mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam bahan pangan lokal.
Produk olahan seperti tepung gembili dan bawang hitam kini bahkan tengah disiapkan untuk dipasarkan ke luar desa.
Program yang digerakkan LP3M TMU ini juga melibatkan mahasiswa untuk mendampingi warga dalam setiap pelatihan.
Model kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan bisa direplikasi di desa-desa lain di Brebes, yang dikenal sebagai lumbung pertanian Jawa Tengah.
"Brebes punya potensi besar, bukan hanya bawang merah. Ada banyak komoditas lokal yang bisa diangkat untuk mendukung gizi keluarga," ujar Prof. Ari Yuniastuti. **



