Polres Pekalongan Amankan 65 Remaja Terpengaruh Ajakan Aksi di Medsos

Senin, 1 September 2025 | 03.03
Polres Pekalongan Amankan 65 Remaja Terpengaruh Ajakan Aksi di Medsos

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Sebanyak 65 remaja diamankan Polres Pekalongan saat patroli skala besar bersama TNI dan elemen masyarakat pada Minggu (31/8/2025). Para remaja tersebut diduga terpengaruh aj...

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Sebanyak 65 remaja diamankan Polres Pekalongan saat patroli skala besar bersama TNI dan elemen masyarakat pada Minggu (31/8/2025). Para remaja tersebut diduga terpengaruh ajakan aksi yang beredar luas di media sosial dan berpotensi menimbulkan kerusuhan di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, mengungkapkan sebagian besar yang diamankan merupakan pelajar SMP dan SMA/SMK. Mereka diduga terprovokasi ajakan dari grup-grup di media sosial untuk melakukan aksi di sekitar Kajen, pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. “Dari hasil patroli, kami mengamankan kurang lebih 65 orang. Rata-rata mereka adalah pelajar SMP dan SMA/SMK yang terpengaruh ajakan melalui media sosial untuk ikut aksi di wilayah Kabupaten Pekalongan,” ujarnya. Menurutnya, Polres tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga langkah preventif berupa edukasi. Para remaja yang diamankan akan dibina, sementara orang tua dan pihak sekolah dipanggil untuk menandatangani surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimda. Nantinya orang tua dan kepala sekolah dari para pelajar ini akan dipanggil. Kami juga memberikan pendampingan dan edukasi agar mereka bisa lebih jernih dalam menerima informasi di media sosial,” jelasnya. Kapolres menegaskan, aparat bersama TNI dan elemen masyarakat akan terus meningkatkan patroli serta pemantauan aktivitas di dunia maya. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Kami bersama TNI, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang ada terus bersinergi menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Harapan kami masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa,” tegasnya. Langkah tegas ini dilakukan setelah maraknya ajakan aksi di media sosial yang memicu kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan serupa di Pekalongan, menyusul kericuhan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. **

Artikel Terkait