Mahasiswa Pemalang Beri Catatan Kritis untuk Pemilu dan Pilkada 2024

Sabtu, 27 September 2025 | 19.57
Mahasiswa Pemalang Beri Catatan Kritis untuk Pemilu dan Pilkada 2024

PEMALANG, puskapik.com – Mahasiswa Kabupaten Pemalang tampil kritis dalam forum diskusi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis 25 September 2025. Lewat tema “Peran Mahasiswa Pemalang dalam Pe...

PEMALANG, puskapik.com – Mahasiswa Kabupaten Pemalang tampil kritis dalam forum diskusi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis 25 September 2025. Lewat tema “Peran Mahasiswa Pemalang dalam Pemilu dan Pilkada”, mereka menumpahkan gagasan hingga catatan penting soal pesta demokrasi, khususnya pada gelaran Pemilu dan Pilkada 2024 lalu. Forum diskusi yang berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Pemalang dan disiarkan secara langsung di YouTube @KPUPEMALANG itu menghadirkan tiga narasumber. Mereka diantaranya Ketua GMNI Pekalongan Raya, Muhammad Mukhtar, Wasekumbid PA HMI Pemalang, Konita Hilmia Putri, dan Ketua PMII Pemalang, Muhammad Ade Sulaiman. Diskusi dimoderatori jurnalis Puskapik.com, Eriko Garda Demokrasi yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pemalang. Ketua KPU Kabupaten Pemalang, Agus Setiyanto, mengatakan forum ini sengaja dibuka sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi mengenai perhelatan pesta demokrasi. “Kita ingin ngobrolin pengalaman teman-teman mahasiswa Pemalang di Pilkada, biar jadi inspirasi buat kita semua,” ujarnya. Agus Setiyanto menambahkan, selain sebagai ajang diskusi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antar organisasi mahasiswa di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan yang perannya sangat penting dalam perjalanan demokrasi. Diskusi pun berjalan hangat. Para narasumber bergantian menyampaikan gagasan, kritik, hingga catatan penting seputar penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Mereka menyoroti pengalaman Pemilu dan Pilkada 2024 lalu yang dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya. Bahkan, ada yang menyebut pesta demokrasi tahun lalu meninggalkan luka bagi rakyat yang ingin benar-benar menentukan pemimpinnya. Mereka juga menyampaikan fondasi-fondasi penting yang menjadi ''PR'' pemerintah untuk membangun demokrasi yang berkualitas, salah satunya lewat penguatan pendidikan politik. Forum ini akhirnya menjadi ruang terbuka untuk saling bertukar pandangan. Bukan hanya kritik, tapi juga lahir sejumlah rekomendasi mahasiswa bagi perbaikan demokrasi di masa mendatang. **

Artikel Terkait