DPU Brebes Juara Umum BNC 2025, RSUD Kategori Terbaik dan Kota Tegal Ikut Bersinar
Minggu, 24 Agustus 2025 | 22.55

PUSKAPIK.COM, Brebes - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes sukses mengukir prestasi sebagai Juara Umum dalam gelaran akbar Brebes Night Carnival (BNC) 2025, yang digelar Sabtu malam (23/8). RSUD Brebes ...
PUSKAPIK.COM, Brebes - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes sukses mengukir prestasi sebagai Juara Umum dalam gelaran akbar Brebes Night Carnival (BNC) 2025, yang digelar Sabtu malam (23/8).
RSUD Brebes menyabet posisi ketiga dalam Kategori Terbaik, sementara Kota Tegal dinobatkan sebagai Juara Favorit, menambah gemerlap panggung kolaborasi lintas daerah.
Ajang spektakuler ini menjadi puncak kemeriahan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Brebes, mengusung tema Harmoni Brebes sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong.
Sebanyak 74 peserta tampil all-out dalam parade yang dimulai dari Islamic Center dan berakhir di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes.
Sepanjang rute, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan kostum kreatif, musik, dan atraksi budaya yang memukau.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Forkopimda, Pj Sekda, dan jajaran OPD hadir di panggung kehormatan menyambut peserta dengan antusias.
Dalam sambutannya, Paramitha menegaskan bahwa BNC bukan sekadar pesta hiburan, melainkan bukti nyata semangat kolaborasi masyarakat Brebes.
"Malam ini jalanan Brebes disulap jadi panggung penuh warna, cahaya, dan irama. Inilah bukti kreativitas tanpa batas warga Brebes," ucapnya.
Paramitha juga menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi luas dari komunitas, sanggar seni, sekolah, hingga kelompok masyarakat umum. Semua bersatu mempersembahkan karya terbaik mereka.
"Tema Harmoni Brebes ini mencerminkan semangat kebersamaan kita semua dengan perbedaan latar belakang, profesi, dan kemampuan, dapat menyatu dan menciptakan sebuah karya besar," ungkapnya.
Bupati Paramitha menekankan bahwa semangat ini adalah esensi kemerdekaan yang harus terus dijaga.
BNC 2025 menjadi bukti bahwa Brebes tak hanya kaya budaya, tapi juga punya energi kreatif yang mampu menyatukan seni, pelayanan publik, dan gerakan masyarakat dalam satu narasi besar.
"Brebes membuktikan diri bukan hanya soal telur asin dan bawang merah, tapi juga sebagai pusat kreativitas yang menyatukan seni, pelayanan publik, dan gerakan masyarakat dalam satu harmoni. Inilah esensi kemerdekaan yang harus terus kita jaga," serunya.
Dalam parade BNC 2025, sejumlah figur ikonik turut menghiasi jalanan Brebes. Ogoh-ogoh raksasa dengan wajah garang dan tubuh menjulang menjadi simbol pembersihan diri dari energi negatif, sementara naga berkelok-kelok di udara membawa pesan kekuatan dan keberuntungan.
Tak ketinggalan, sosok jin dan makhluk mistis lainnya tampil dalam balutan kostum teatrikal, menghidupkan imajinasi penonton sepanjang rute.
Penampilan peserta begitu memukau. Aksesoris Batik Carnival menghiasi tubuh para penampil yang berlenggak-lenggok bak model internasional.
Nuansa glamor berpadu tradisi lokal menjadikan BNC makin berkelas, bahkan disebut-sebut tak kalah dari karnaval di kota besar.
Tak hanya dari Brebes, peserta juga datang dari kabupaten/kota tetangga. Rombongan dari Kabupaten Ciamis rela menempuh jarak jauh demi memeriahkan acara.
Kehadiran kepala daerah dari Tegal dan Kota Tegal turut menambah semarak suasana.
"Kaya lagi nonton festival di luar negeri, keren banget!” ujar Intan (35), salah satu penonton dengan mata berbinar.
Dalam kompetisi, Kategori Terbaik diraih oleh Markas Jengkol SMK Bina Bangsa (juara 1), Dinas Kesehatan Brebes (juara 2), dan RSUD Brebes (juara 3).
Penghargaan Harapan 1, 2, dan 3 masing-masing diraih oleh Kabupaten Tegal, Pemalang, dan Kecamatan Tanjung.
Kategori khusus juga diumumkan, Properti dan Kostum Terbaik diraih KPT Brebes, Make Up Fantasi jatuh kepada Kecamatan Tanjung, Fotogenik diraih SMPN 2 Brebes, Koreografi Terbaik milik Kecamatan Paguyangan, dan Catwalk Tercantik dari Songgom Lor.
BNC bukan hanya parade seni, tapi juga panggung naratif yang menyatukan mitos, budaya, dan ekspresi kontemporer.
Dari ogoh-ogoh yang mengguncang, naga yang menari, hingga Ki Joko Poleng yang diam-diam mengawasi, Brebes malam itu benar-benar menjadi kota cahaya dan cerita.
Sejumlah peserta juga mengusung ikon budaya yang kuat, termasuk representasi candi sebagai simbol warisan sejarah dan spiritualitas Nusantara. **



