Aksi Anarkis di Brebes Berdampak Serius terhadap Kehidupan Warga dan Pelaku Usaha Kecil
Minggu, 31 Agustus 2025 | 12.38

PUSKAPIK.COM, Brebes - Aksi anarkis yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di sejumlah titik strategis Kota Brebes telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan, khususnya terhadap pedagang kaki ...
PUSKAPIK.COM, Brebes - Aksi anarkis yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di sejumlah titik strategis Kota Brebes telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan, khususnya terhadap pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha kecil, dan warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Tindakan yang berlangsung di luar koridor hukum dan norma sosial tersebut tidak hanya merusak fasilitas publik. Tetapi juga, mengganggu ketertiban umum dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Di kawasan Alun-alun Brebes, suasana yang biasanya ramai oleh aktivitas warga dan pelaku usaha mikro berubah menjadi mencekam.
Sejumlah PKL yang biasa berjualan di area tersebut terpaksa menghentikan kegiatan lebih awal karena kekhawatiran akan potensi kerusuhan. Bahan dagangan yang telah disiapkan sejak pagi hari tidak sempat dijual, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang nyata.
Hal serupa terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada, di mana warung dan toko kelontong memilih tutup lebih awal demi menjaga keselamatan.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar Gedung DPRD dan Mapolres Brebes mengalami gangguan psikologis akibat suara benturan, teriakan massa, dan kepulan asap yang menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka.
Situasi ini juga berdampak pada sektor transportasi informal. Pengemudi ojek online mengalami penurunan drastis dalam jumlah pesanan karena masyarakat enggan melakukan perjalanan di tengah ketidakpastian keamanan.
Aktivitas malam yang biasanya menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga kini terhenti tanpa kepastian.
Perlu penegasan bahwa aksi anarkis, dengan perusakan fasilitas umum, pembakaran aset negara, dan gangguan terhadap ketertiban masyarakat, merupakan bentuk pelanggaran hukum.
Berbeda dengan demonstrasi damai yang merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara. Aksi anarkis justru menimbulkan kerugian luas dan memperburuk kondisi sosial.
Oleh karena itu, perlu perhatian serius dari seluruh pihak untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi warga terdampak, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian.
Pemulihan kondisi sosial dan ekonomi pasca kejadian harus menjadi prioritas bersama. Ini Agar ruang publik kembali menjadi tempat yang aman, produktif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Trauma sosial menyebar. Suara letupan, kobaran api, dan kepulan gas air mata menjadi pengalaman pahit yang membekas. Rasa aman yang biasanya melekat di pusat kota hilang seketika, berganti kecemasan yang masih terasa hingga hari berikutnya.
Dampak lebih jauh adalah citra buruk bagi Brebes. Aksi anarkis di jantung pemerintahan menciptakan kesan negatif di mata nasional. Investor menunda rencana modal, wisatawan membatalkan kunjungan, dan kepercayaan publik terhadap stabilitas daerah terguncang.(**)



