Tanggul Sungai Tuntang Grobogan Retak, Pemprov Jateng Minta Perbaikan Dipercepat

Jumat, 27 Maret 2026 | 10.31

Tanggul Sungai Tuntang di perbatasan Demak-Grobogan retak, Pemprov Jateng minta BBWS percepat perbaikan dengan bronjong dan sandbag cegah kerusakan.

SEMARANG, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang di berbatasan antara Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mengalami keretakan.

Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait adanya retakan ini. Apalagi, retakan itu berada di dekat titik yang jebol Februari 2026 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, ada dua penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana.

Baca Juga: Geliat Ekonomi Jateng saat Mudik Lebaran: Omzet Pedagang dan Kunjungan Wisata Melonjak

Meliputi penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu. Selanjutnya diperkuat pula dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.

"Dengan langkah ini harapanya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik," kata Henggar di Semarang pada Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: Bus Sinar Jaya Terperosok di KM 287 Tol Pejagan - Pemalang, Kapolres Tegal Turun Langsung Evakuasi di Lokasi

Menurutnya, untuk penguatan menggunakan sandbag tak membutuhkan waktu lama. Karung pasir tinggal ditata di titik yang terjadi retakan. Selanjutnya untuk pemasangan menggunakan bronjong, membutuhkan proses waktu, karena harus di titik yang tepat agar tidak sampai sampai longsor atau retak kembali.

Adanya retakan ini, lanjut Henggar, karena saat pengerjaan pada Februari lalu dilakukan dengan cepat. Saat itu BBWS ditarget tiga hari selesai, karena berkejaran dengan waktu jelang Lebaran 2026.

"Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol, maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menanganani ruas jalan yang rusak," ujar Henggar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait