Tak Mau Hanya Jadi Bank Daerah, Ahmad Luthfi Dorong BPD Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Lewat KUR

Gubernur Jateng dorong BPD naik kelas jadi motor ekonomi daerah, fokus pembiayaan dan KUR mikro untuk perkuat ekonomi kerakyatan dan investasi.
SOLO, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk naik kelas sebagai motor penggerak ekonomi.
BPD tidak lagi diposisikan sekadar sebagai “kasir” pemerintah daerah, tetapi harus aktif membiayai pembangunan, menarik investasi, serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kredit usaha rakyat (KUR) mikro.
Dalam Seminar Nasional Sinergi Nusantara di Hotel Sunan Solo, Jumat (17/4/2026), Ahmad Luthfi menegaskan peran strategis BPD sebagai indikator penting pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: PKB Kota Tegal Bidik Pemilih Muda, Targetkan Lonjakan Kursi
Menurutnya, ketergantungan pada APBD dan transfer pusat sudah tidak cukup untuk menopang pembangunan.
“Bank daerah ini harus jadi penggerak ekonomi, bukan hanya menjalankan fungsi administratif,” tegasnya.
Ahmad Luthfi menekankan, keterbatasan fiskal daerah harus dijawab dengan inovasi pembiayaan dan penguatan investasi.
Baca Juga: Pemkab Brebes Dorong Kerativitas Olahan Pangan Lokal Lewat LCM B2SA
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, mengusung pendekatan collaborative government dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga sektor perbankan.
“Kami bukan superman. Kami super team. Semua harus digandeng untuk membangun wilayah,” ujarnya.


