Setahun Pesantren Obah: Ratusan Ribu Guru dan Hafiz Terima Insentif, Beasiswa Disiapkan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 17.43

Setahun Pesantren Obah Luthfi-Yasin: 230 ribu guru agama dan 2.000 hafiz terima insentif, beasiswa santri-pengasuh siap 2026. Rp277 M cair, Rp6,8 M disiapkan.

SEMARANG, puskapik.com – Salah satu dari 11 program prioritas pasangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin (Luthfi-Yasin), adalah Pesantren Obah. Program ini menyasar pendidikan keagamaan dan dunia pesantren. Sepanjang 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan, yakni penyaluran insentif (uang saku) guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren.

Data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, untuk insentif (uang saku) guru agama, selama tahun 2025, Luthfi-Yasin sudah menyalurkan total kepada 230.830 penerima. Mereka berasal dari guru agama Islam (225.187 orang), Kristen (4.430 orang), Katolik (474 orang), Budha (545 orang), Hindu (180 orang), dan Konghucu (13 orang).

Baca Juga: Sidak Samsat, Ombudsman Tegaskan PKB Tetap

Masing-masing guru agama menerima Rp 1.200.000/tahun. Diberikan setiap empat bulan sekali @Rp 300.000. Dengan total anggaran yang sudah dicairkan sebesar Rp 277.046.000.000 termasuk operasional bagi petugas.

“Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono SE SH MSi, kemarin.

Sedangkan untuk program pemberian bisyaroh (tali asih) santri penghafal Quran, menurut Gunawan, juga sudah dialokasikan untuk 2.000 santri Hafidz Quran. Masing-masing menerima Rp 1.000.000. Untuk tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan jumlah penerima yang sama.

Dijelaskan, untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren dimulai awal tahun 2026. Saat ini masih proses pendaftaran dan seleksi. Dibuka mulai 18 Februari, seleksi bulan Juni, dan pengumuman Agustus 2026. Informasi dan pendaftaran bisa diunduh by di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan w.w.w.Jatengprov.go.id. Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa.

Namun begitu, pada anggaran tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jateng sudah menyiapkan dana Rp 6,8 milliar per tahun. Anggaran tersebut untuk beasiswa sebanyak 90 orang. Dengan pembagian 24 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri, 66 orang lagi untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik.

Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Ali Ansori SPdI MPd, menambahkan, untuk pencairan insentif (uang saku) guru agama dan bisyaroh santri penghafal Quran, adalah hibah dari Provinsi yang teknis pencairanya melalui Kanwil Kemenag Jateng. Sebab yang punya data dan syarat sebagai penerima adalah Kanwil Kemenag.

“Mulai tahun 2023, seluruh ustadz juga sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan dengan Iuran Rp 10.800 orang per bulan,” kata Ali Ansori. Adapun insentif untuk guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren, adalah komitmen Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk membangun pondasi moral dan ilmu buat masyarakat pesantren.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait