Puluhan Titik Rawan Kemacetan dan Bencana di Jalur Mudik Jawa Tengah, Berikut Langkah Antisipasinya

Minggu, 1 Maret 2026 | 13.44

Pemerintah petakan 46 titik macet dan 23 rawan bencana di jalur mudik Jateng 2026. Posko dan alat tanggap darurat disiagakan antisipasi cuaca ekstrem.

SEMARANG, puskapik.com – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, pemerintah telah memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan dan terdampak bencana. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi lonjakan kendaraan sekaligus mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, setidaknya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

Baca Juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polres Brebes

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujarnya saat keterangan pers Kesiapan Jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut Iqbal, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat ke timur, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota.

Selain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana. Jumlah itu terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Untuk titik rawan banjir, sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas Kendal di jalur Pantura.

Selain itu, potensi genangan juga teridentifikasi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

Ruas-ruas tersebut umumnya berada di dataran rendah atau wilayah dengan riwayat genangan akibat hujan intensitas tinggi maupun rob.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait