Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng Raih Apresiasi

Minggu, 15 Februari 2026 | 15.04

Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi karena membantu RTLH, pemberdayaan warga, dan percepatan pembangunan desa lokal kini.

BANYUMAS, puskapik.com – Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat tanggapan positif dari sejumlah kepala desa karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepala Desa Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Kabupaten Banyumas, Kusno, menyampaikan apresiasi kepada Biro Umum Pemprov Jateng yang telah melakukan pembinaan sepanjang 2025.Melalui pembinaan itu, banyak yang bisa dipetik manfaatnya, mulai bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 30 unit dengan masing-masing senilai Rp20 juta, bantuan sembako, bantuan bibit ikan, pemberdayaan, dan sebagainya.

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Ditembak OTK di Kedungwuni Pekalongan, Polisi Kejar Pelaku

“Kami sampaikan terimakasih sedalam-dalamnya, mudah-mudahan meringanan beban warga,” kata Kusno di Balai Desa Kediri pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dikatakan dia, desanya memang masih membutuhkan dukungan pembangunan dari sejumlah pihak, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, pengelolaan sampah, hingga jambanisasi,

“Masih banyak masalah yang perlu diselesaikan bersama-sama,” kata dia.

Melalui pembinaan dari Biro Umum Pemprov Jateng, kata dia, sejumlah masalah yang dialami warga telah diselesaikan. Namun, perhatian untuk desa tersebut tetap dibutuhkan, mengingat masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan, setiap OPD di lingkungan pemerintahannya harus meneruskan program "Satu OPD, Satu Desa Dampingan”. Melalui program ini, masing-masing OPD akan melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang ada di Jateng.

Taj Yasin menyampaikan, program desa dampingan telah dijalankan sejak lima tahun lalu, saat ia menjabat sebagai Wakil Gubernur di periode pertamanya. Hingga kini, program tersebut dinilai masih relevan dan efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.

"Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi kami maupun program tahunan," kata Taj Yasin beberapa waktu lalu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait