Pemprov Jateng Perkenalkan Program ‘Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan’, Solusi Efektif Atasi Persoalan Hunian

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18.04
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri peluncuran program di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu 14 Februari 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri peluncuran program di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu 14 Februari 2026.

Pemprov Jateng luncurkan Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan, strategi kolaboratif percepat rumah layak huni dan tekan backlog perumahan.

BANYUMAS, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memperkenalkan program "Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan" sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat.

Program tersebut diluncurkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu 14 Februari 2026.

Program ini mengusung filosofi mendalam, Ngopeni Omah dimaknai sebagai upaya merawat rumah sebagai simbol pelayanan publik, sementara Nglakoni Sesarengan menekankan pada kerja kolaboratif.

Baca Juga: Pantai Pulo Komodo Tegal Dipenuhi Sampah Sebulan Terakhir, Kunjungan Wisatawan Menurun

Taj Yasin menegaskan, Program ini merupakan pendekatan kolaboratif untuk menjawab beragam persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Jawa Tengah.

Mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah, hingga warga yang rumahnya tidak layak huni.

"Kita memberikan bantuan-bantuan seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lalu masyarakat yang tidak memiliki rumah, muncul program rumah subsidi untuk penanganan backlog yang dianggarkan oleh pemerintah pusat maupun di Jawa Tengah," ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Tengah dalam menekan angka kekurangan rumah merupakan buah dari sinergi lintas sektor. Dukungan tersebut datang mulai dari Baznas, Bank Jateng, hingga kolaborasi anggaran dengan pemerintah kabupaten dan kota.

"(Penanganan) backlog yang ada di Jawa Tengah ini semakin baik. Kita juga mendapatkan apresiasi oleh pemerintah pusat sebagai provinsi terbanyak mengatasi backlog," jelasnya.

Meski demikian, Taj Yasin mengakui bahwa tantangan penyediaan rumah di Jawa Tengah masih cukup besar. Ia secara terbuka mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk tetap konsisten dalam bekerja sama demi masyarakat yang belum memiliki hunian tetap.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait