Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara, Ning Nawal Dorong Kerajinan dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin,M.S.I, terus mendorong produk kerajinan dan UMKM lokal agar menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi daerah.
JEPARA, puskapik.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin,M.S.I, terus mendorong produk kerajinan dan UMKM lokal agar menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi daerah.
Untuk itu, pihaknya meminta Dekranasda di 35 kabupaten/ kota, agar lebih aktif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para pengrajin serta pelaku UMKM.
Hal ini disampaikan Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara di Gedung Islamic Center Kabupaten Jepara, Kamis (29/1/2025). Acara turut dihadiri sejumlah Ketua Dekranasda Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah.
Upaya tersebut sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menjadikan UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah.
"Mungkin Ibu-ibu, panjenengan punya potensi, petakan sampai ke nilai ekonominya berapa. Sehingga ini bisa menjadi satu hal untuk pemicu semangat (dalam menggerakkan ekonomi daerah)," pintanya.
Baca Juga: Pajak Rumah Kos di Kendal Mulai Diterapkan, Bapenda Sosialisasi PBJT di Kaliwungu
Pada kesempatan itu, Nawal mengucapkan selamat atas diluncurkannya Galeri Dekranasda Jepara. Dia berharap, gerai tersebut dapat menjadi pusat promosi sekaligus pameran produk unggulan daerah.
Menurut dia, Kabupaten Jepara memiliki berbagai potensi luar biasa yang dapat dikembangkan. Di sektor UMKM, hingga saat ini tercatat sebanyak 81.600 pelaku UMKM.
Dikenal sebagai Kota Ukir, Jepara memiliki 500 industri mebel dan ukir dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp3,2 triliun. Sektor ini bahkan berkontribusi sebesar 34,1 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jepara.
Potensi lain yang tak kalah membanggakan adalah tenun troso. Saat ini, terdapat 344 unit usaha industri kecil menengah (IKM) troso di Jepara dengan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 miliar per bulan.
Artikel Terkait

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pemulihan Banjir dan Longsor Pemalang

Polda Jateng Petakan Kerawanan Jalur Pantura Jelang Ops Ketupat Candi 2026

Perkuat Tanggul Kritis Sungai Bodri, Warga di Kendal Pasang Bambu dan Karung Berisi Pasir
