Minim Penerangan dan Faktor Human Error Picu 25 Kecelakaan di Kendal

Kecelakaan di Kendal capai 25 kasus saat Operasi Ketupat 2026, dipicu kelelahan, minim penerangan, dan pelanggaran, didominasi pengendara motor.
KENDAL, puskapik.com – Faktor kelelahan, kurang konsentrasi, hingga minimnya penerangan jalan menjadi pemicu utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kendal selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
Tercatat, sebanyak 25 kejadian kecelakaan terjadi dalam periode tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, puluhan pengguna jalan mengalami luka-luka, terdiri dari 29 luka ringan dan dua luka berat.
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, mengungkapkan bahwa mayoritas kecelakaan dipicu oleh faktor human error yang masih mendominasi.
Baca Juga: Standarisasi Elektoral : Menimbang Model TPS dalam Pilkades Serentak
“Banyak kejadian disebabkan kelelahan dan kurang konsentrasi pengendara, terutama saat malam hari,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, kondisi jalan yang minim penerangan turut memperparah risiko kecelakaan, khususnya di jalur Weleri–Sukorejo yang menjadi titik rawan dengan kontribusi sekitar 36 persen dari total kejadian.
“Jalur itu cukup kompleks, lalu lintasnya ramai, tapi penerangannya masih kurang, sehingga rawan terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Baca Juga: Jateng Tetap Surplus Pangan di Tengah Ancaman Banjir, Stok Beras Aman hingga Ratusan Ribu Ton
Data juga menunjukkan, kendaraan roda dua menjadi pihak yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan dengan persentase mencapai 60 persen. Hal ini menunjukkan tingginya kerentanan pengendara sepeda motor di jalan raya.
Dari sisi waktu kejadian, kecelakaan paling banyak terjadi pada malam hari. Sementara pada pagi dan siang hari masing-masing tercatat enam kasus, dini hari lima kasus, dan sisanya terjadi pada rentang malam pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.


