Langkah Besar Bahlil: Dari Blok Masela hingga Nuklir Rendah Karbon

Langkah besar Bahlil perkuat posisi energi Indonesia lewat kerja sama Jepang, dorong hilirisasi, investasi Masela, dan pengembangan nuklir rendah karbon.
KENDAL, puskapik.com - Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Tokyo, Jepang pada pertengahan Maret 2026 mempertegas posisi strategis Indonesia dalam peta energi global.
Dalam lawatan tersebut, Indonesia berhasil memperkuat kerja sama internasional di sektor energi dan mineral kritis.
Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, disepakati dua nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi nuklir rendah karbon.
Baca Juga: Respons Cepat Tanpa Henti, Call Center 110 Polres Kendal Tangani Puluhan Laporan Pemudik
Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain itu, Bahlil juga mendorong percepatan investasi perusahaan Jepang, Inpex Corporation, dalam Proyek Gas Lapangan Abadi Blok Masela dengan nilai mencapai Rp339 triliun.
Proyek strategis ini diharapkan mampu meningkatkan produksi gas nasional sekaligus menarik investasi global.
Baca Juga: Muhammadiyah Kendal Gelar Salat Id di Puluhan Titik, Ribuan Jamaah Padati Stadion Utama
Tak hanya fokus pada migas, Indonesia juga menawarkan kerja sama pengelolaan komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.
Diplomasi tersebut juga mencakup penguatan kerja sama di sektor batubara, gas alam cair (LNG), serta proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community. Beberapa proyek yang didorong antara lain penyelesaian PLTSa Legok Nangka dan optimalisasi PLTP Sarulla.


