Jateng Tancap Gas Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi yang Disiapkan

Jateng terus kejar swasembada pangan 2026 dengan strategi berbasis data dan intervensi lapangan, mencakup peningkatan produksi, distribusi, dan perlindungan petani.
SEMARANG, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan pada 2026.
Sejumlah strategi terintegrasi berbasis data dan intervensi lapangan disiapkan untuk memastikan target produksi dan stabilitas pasokan tercapai.
Kepala Distanak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, hingga awal 2026 capaian produksi sejumlah komoditas utama menunjukkan tren positif, meski masih berada pada fase awal musim tanam.
Baca Juga: Bertemu Gus Yusuf, Gubernur Luthfi Bahas Pengentasan Kemiskinan Terpadu Hingga Stok BBM di Daerah
Untuk komoditas padi, dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasi hingga April 2026 telah mencapai 4.169.353 ton atau 39,48 persen. Sementara produksi jagung mencapai 984.959 ton dari target 3.700.000 ton atau 26,62 persen.
Adapun kedelai masih dalam tahap awal produksi, dengan realisasi 762 ton dari target 52.790 ton atau 1,44 persen.
Di sektor hortikultura, produksi bawang merah tercatat 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen).
Baca Juga: Gandeng Kemenlu Perkuat Diplomasi Soft Power, Jateng Dibidik Jadi Magnet Investasi Global
Sementara itu, sektor peternakan juga menunjukkan progres. Produksi telur mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95 persen), daging 311.042 ton dari target 942.497 ton (33 persen), serta susu 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41 persen).
Meski capaian masih bertahap, neraca pangan Jawa Tengah dinilai dalam kondisi aman. Per Maret 2026, neraca beras tercatat surplus sebesar 702.409 ton. Surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur sepanjang Januari hingga Maret 2026.


