Hari Desa Nasional di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Desa Mandiri dan UMKM Ekspor

Hari Desa Nasional 2026 terpusat di Jateng. Gubernur Ahmad Luthfi dorong desa mandiri dan UMKM naik kelas hingga tembus ekspor.
BOYOLALI, puskapik.com - Gubernur Ahmad Luthfi menyulap desa menjadi potensi perekonomian besar di Jawa Tengah. Melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus tumbuh dan naik kelas, hingga keberadaan Desa Mandiri telah menjadikan ekonomi Jateng semakin maju.
Sebagai catatan, dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini, Jateng dipilih menjadi lokasi puncak peringatan di skala nasional. Lokasinya di Lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, berlangsung meriah, Kamis, 15 Januari 2026. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto hadir secara langsung.
Baca Juga: Janji Gubernur Jateng Terpenuhi, 162 Mahasiswa Korban Banjir Sumatera Terima Bantuan Indekos
Ahmad LUthfi menekankan UMKM merupakan salah satu nafas perekonomian di Jawa Tengah. Di mana jumlah UMKM di Jawa Tengah sekitar 4,2 juta dengan sekitar 3 juta diantaranya berada khususnya di pedesaan.
"Itu potensi desa yang perlu kita kembangkan. Artinya perlu kita tingkatkan lagi dinas koperasi dan UMKM kita khususnya mereka yang UMKM menengah di mana ia punya kualifikasi ekspor. Kita guidance ini bekerja sama dengan kementerian perdagangan," katanya.
Di antaranya UMKM yang ada di pedesaan itu juga ada yang sudah menjadi Desa Ekspor. Yaitu desa yang memiliki usaha skala menengah yang mempunyai kualifikasi ekspor.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga memaparkan secara umum kondisi desa di wilayahnya. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, sekitar 7.810 desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan. Sebagaimana yang Ahmad Luthfi sampaikan tentang desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional.
Berdasarkan data indeks desa di Jawa Tengah, pada tahun 2025 sudah tidak ada kategori desa sangat tertinggal. Sementara jumlah desa mandiri sekitar 28,27%, kemudian desa maju sebanyak 3.291 desa atau 50,2%, dan sebanyak 1.666 desa masuk kategori desa berkembang.
"Memang desa di Jawa Tengah itu adalah desa yang terbesar di Indonesia. Jumlahnya 7.810, di mana kualifikasi desa kita hampir 78% sudah mandiri, maju, dan berkembang. Hanya 15 desa yang tertinggal dan terpencil (yang menjadi prioritas intervensi agar naik kelas)," papar Ahmad Luthfi.
Artikel Terkait

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pemulihan Banjir dan Longsor Pemalang

Polda Jateng Petakan Kerawanan Jalur Pantura Jelang Ops Ketupat Candi 2026

Perkuat Tanggul Kritis Sungai Bodri, Warga di Kendal Pasang Bambu dan Karung Berisi Pasir
