Perkuat Tanggul Kritis Sungai Bodri, Warga di Kendal Pasang Bambu dan Karung Berisi Pasir

Warga Desa Cepiring gotong royong bersama DPUPR tangani darurat tanggul Sungai Bodri yang kritis guna cegah banjir dan jebolnya tanggul.
KENDAL,puskapik.com – Ancaman jebolnya tanggul Sungai Bodri di Dusun Sembung, Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, mendorong warga setempat untuk turun langsung bergotong royong bersama pemerintah melakukan penanganan darurat.
Tanggul yang berada dalam kondisi kritis tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu banjir jika tidak segera diperkuat.
Sejak beberapa hari terakhir, warga Dusun Sembung bahu-membahu membantu proses penanganan tanggul bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah dan DPUPR Kabupaten Kendal. Penanganan darurat itu rampung pada Rabu, 28 Januari 2026.
Baca Juga: Rumah-rumah Rusak, Banjir Bandang Pemalang Paksa 2.277 Warga Mengungsi
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penanggulangan Banjir dan Hidrologi Bidang Sungai, Bendungan, dan Pantai DPUPR Provinsi Jawa Tengah, Azwar Annas, mengatakan keterlibatan warga sangat membantu percepatan penanganan di lapangan.
“Penanganan dilakukan di titik tanggul Sungai Bodri yang kritis di Dusun Sembung. Warga ikut membantu dalam penataan material dan pemasangan sandbag,” ujar Azwar Annas, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, penanganan darurat dilakukan dengan pembuatan bokongan atau tanggul baru di bagian kaki luar tanggul sepanjang 80 meter dengan tinggi sekitar 2 meter. Bokongan tersebut berfungsi memperkuat tanggul lama yang kondisinya sudah menipis dan rawan tergerus arus sungai.
Penanganan dilakukan dengan metode sederhana namun efektif. Tanah dimasukkan ke dalam sandbag, kemudian disusun dan diperkuat menggunakan trucuk serta sesek bambu.
Warga secara bergiliran membantu mengangkat, menyusun, dan mengikat karung tanah di sepanjang titik tanggul yang kritis.


