Gubernur Ahmad Luthfi menargetkan hunian sementara bagi korban tanah gerak di Tegal rampung sebelum Lebaran

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi targetkan 456 huntara korban tanah gerak Tegal rampung sebelum Lebaran, sebagai solusi transisi ke hunian tetap.
TEGAL, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, rampung sebelum Lebaran.
Sebanyak 456 unit huntara modular diproyeksikan sudah dapat ditempati sebelum Hari Raya, sebagai solusi transisi menuju hunian tetap yang lebih permanen dan berkelanjutan.
Bencana tanah gerak yang terjadi pada 2 Februari 2026 itu, berdampak pada sekitar 900 rumah dan memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi. Pemerintah menyiapkan huntara sebagai solusi sementara sembari mematangkan perencanaan hunian tetap (huntap).
Baca Juga: Jelang Ramadan, Polres Kendal Temukan Modus Penjualan Minyak Goreng Secara Paketan
Saat meninjau lokasi pembangunan di Desa Capar, Rabu, 18 Februari 2026, Ahmad Luthfi menegaskan, huntara tidak boleh sekadar menjadi tempat berteduh, melainkan harus layak, manusiawi, dan mampu mengurangi beban psikologis warga terdampak.
“Saya ingin fasilitas umum di huntara ini dibuat detail dan manusiawi. Kalau perlu, bukan hanya fasilitas dasar, tetapi juga mesin cuci bersama agar warga tidak semakin terbebani,” ujarnya.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Affi Triato, melaporkan, lokasi huntara dibangun di atas lahan bengkok milik Pemerintah Desa Capar. Dari total lahan awal seluas 121.820 meter persegi, berdasarkan rekomendasi teknis Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, area yang dinyatakan aman seluas 42.720 meter persegi.
“Lahan tersebut direncanakan dapat digunakan untuk kurang lebih 500 unit huntara tipe 24/36 dari total 900 rumah yang terdampak,” kata Affi.
Berdasarkan siteplan, kawasan huntara dibagi dalam 38 blok dengan total 456 unit hunian sementara. Setiap blok terdiri atas dua hingga lima unit bangunan modular. Pembangunan menggunakan konsep Modular Lite, yakni sistem konstruksi prefabrikasi yang ringan dan praktis sehingga dapat dipasang cepat tanpa alat berat.
Fasilitas penunjang yang disiapkan meliputi jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi, penerangan jalan umum (PJU), serta fasilitas sosial seperti masjid atau musala. Saat ini, pekerjaan masih dalam tahap perataan lahan dengan jadwal pelaksanaan 15 Februari hingga 15 Maret 2026.
Artikel Terkait

Ledakan di Rumah Produksi Petasan di Sukorejo Kendal, Seorang Pekerja Luka Parah

Taj Yasin Tegaskan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, Ditarget Rampung 3 Hari

Cuaca Ekstrem Sapu Kendal, Satu Rumah Roboh dan Belasan Titik Pohon Tumbang
