Banjir Rendam 1.600 Hektar Sawah di Kendal, Ratusan Hektar Gagal Panen

Banjir di Kendal rendam 1.600 hektar sawah, 304 hektar puso. Petani terancam gagal tanam dan berharap bantuan benih serta pupuk segera turun.
KENDAL,puskapik.com – Banjir yang melanda Kabupaten Kendal beberapa waktu lalu tidak hanya merendam pemukiman warga, namun juga berdampak serius pada sektor pertanian.
Tercatat lebih dari seribu hektar sawah di berbagai wilayah Kabupaten Kendal ikut terendam, sehingga mengancam ketahanan pangan dan penghidupan petani.
Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal mencatat, sekitar 1.600 hektar tanaman padi terdampak banjir. Wilayah terparah tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, dan Rowosari.
Baca Juga: Polres Tegal Kota Tangkap Delapan Pengedar Narkoba, 2 di Antaranya di Bawah Umur
Dari total luasan tersebut, sebanyak 304 hektar sawah dinyatakan puso atau gagal panen. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring genangan air yang belum sepenuhnya surut di sejumlah areal persawahan.
Kondisi tersebut membuat ribuan petani terancam kehilangan modal tanam sekaligus hasil panen. Salah seorang petani, Sudarsono, mengaku banjir merusak tanaman padi yang sudah memasuki masa pertumbuhan.
“Air lama surutnya, tanaman jadi rusak. Kalau tidak ada bantuan, petani berat untuk mulai tanam lagi,” ujar Sudarsono, ditemui Sabtu 31 januari 2026.
Baca Juga: Waspadai Banjir, Saluran Perkotaan Dipenuhi Enceng Gondok Dibersihkan
Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan kini masih melakukan pendataan kerusakan. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan benih dan pupuk ke pemerintah provinsi maupun pusat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kendal belum tersedia pos khusus bantuan pertanian akibat bencana.


