20 dan 24 Desember Puncak Arus Mudik Nataru di Jateng

Sabtu, 6 Desember 2025 | 16.37

SEMARANG, puskapik.com - Polda Jawa Tengah memprediksi puncak arus mudik libur natal di wilayahnya akan terjadi pada 24 Desember 2025. Sedangkan puncak arus mudik libur tahun baru bakal terjadi pada 2...

SEMARANG, puskapik.com - Polda Jawa Tengah memprediksi puncak arus mudik libur natal di wilayahnya akan terjadi pada 24 Desember 2025. Sedangkan puncak arus mudik libur tahun baru bakal terjadi pada 28 Deaember 2025. Hal ini terungkap dalam Rakor Kesiapan Pengamanan Nataru, di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng, Jumat 5/12/2025. Polda Jateng juga mempresiksi puncak arus balik untuk Natal dan Tahun Baru ini, akan berlangung pada 28 Desember untuk balik Natal. Semantara untuk balik tahun baru pada 4 Januari 2025. Rakor ini dipimpin langsung Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra. Kegiatan di hadiri seluruh Pejabat Utama Ditlantas, para Kasat Lantas dan KBO dari 35 Polres jajaran, serta perwakilan instansi terkait. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra mengatakan, Rakor Linsek ini di gelar untuk menyatukan persepsi dan merumuskan langkah-langkah komprehensif di lapangan. Sinergi antarpihak sebagai kunci terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) selama libur Nataru di Jawa Tengah. “Rapat ini sebagai langkah awal kita melaksanakan pengamanan Nataru melalui Operasi Lilin Candi 2025 yang rencananya akan digelar pada tanggal 19 Desember hingga 4 Januari mendatang,” ujarnya. Kaur Bin Ops Ditlantas, AKBP Aidil dalam pemaparannya menguraikan berbagai potensi permasalahan dan strategi penanganannya. Ia menjelaskan kondisi jalur tol, arteri, hingga akses menuju objek wisata. Termasuk indikator permasalahan dan pentahapan cara bertindak yang telah dipetakan. Puncak arus mudik Natal diprediksi terjadi pada 20 Desember, dengan arus balik pada 28 Desember 2025. Sementara puncak arus mudik Tahun Baru diperkirakan berlangsung pada 24 Desember, dengan arus balik pada 4 Januari 2026," ungkapnya. Polda Jateng, lanjut dia, juga akan menyiapkan 219 Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu. Pos ini tersebar di seluruh wilayah Polda Jateng. Kegiatan operasi seluruh pos ini, akan di kendalikan secara terpusat melalui Posko Terpadu GT Kalikangkung. "Jalur tol tetap menjadi favorit mobilitas. Sehingga berbagai langkah antisipasi di siapkan. Di antaranya, penambahan gardu tol dan pengadaan SPBU mobile. Kemudian, penyediaan mobil dan truk derek setiap 15 KM. Selain itu, ketersediaan crane untuk mempercepat evakuasi kendaraan saat terjadi kecelakaan," paparnya. Lebih lanjut dia memgatakan, perhatian khusus juga diarahkan pada pengamanan 227 objek wisata di Jateng. Polda menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mencegah kepadatan arus kendaaan yang menuju sepuluh obyek wisata favorit. Di antaranya, Dieng, Kota Lama Semarang, Borobudur dan Prambanan. Kemudian, Pantai Karangjahe, Guci, Masjid Agung Demak, Masjid Syeikh Zayed, Waduk Gajah Mungkur, dan Pantai Menganti. "Selain itu, upaya penanganan dan mitigasi bencana alam secara sinergi dan kolaboratif juga kami lakukan. Ini mengingat potensi cuaca ekstrem pada akhir tahun," pungkasnya. **

Artikel Terkait