Kitolod Tanaman Pinggir Selokan yang Diam-Diam Bermanfaat

Jumat, 13 Februari 2026 | 16.04
Tanaman Kitolod
Tanaman Kitolod

Kitolod sering dianggap gulma, padahal punya potensi kesehatan. Namun penggunaannya tak boleh sembarangan karena mengandung getah beracun.

SLAWI, puskapik.com – Kitolod merupakan tanaman liar yang kerap tumbuh di area lembap seperti tepi sungai, selokan, hingga sekitar pagar rumah. Tanaman bernama ilmiah Hippobroma longiflora ini sering dianggap gulma biasa, padahal sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, khususnya untuk membantu mengatasi keluhan pada mata.

Dilansir dari Alodokter.com, kitolod memiliki ciri daun bergerigi dengan bunga putih berbentuk menyerupai bintang. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan herbal. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, alkaloid, terpenoid, dan saponin diketahui memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta antijamur. Jadi, bukan sekadar tanaman liar biasa.

Baca Juga: Weton Hari Ini 13 Februari 2026, Hari Baik dan Naas Jumat Legi

Sejumlah manfaat kerap dikaitkan dengan penggunaan kitolod, mulai dari membantu menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan sariawan dan sakit gigi, hingga mencegah infeksi kulit dan jamur. Meski begitu, beberapa klaim seperti untuk penanganan glaukoma masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut.

Perlu diingat, penggunaan kitolod tidak boleh sembarangan. Tanaman ini mengandung getah beracun yang berpotensi menyebabkan iritasi serius jika digunakan secara tidak tepat. Karena itu, masyarakat disarankan memilih produk yang telah diproses secara aman dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakannya. Tetap bijak, jangan asal ikut tren herbal.

Artikel Terkait