Tanah Bergerak di Sirampog Brebes Meluas, 122 Rumah Rusak

rumah rusak akibat tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dibongkar warga.

Warga membongkar rumah rusak akibat tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Sirampog, Brebes, keselamatan dan menyelamatkan material bangunan.

BREBES, puskapik.com – Bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, terus meluas. Hingga Sabtu (7/2/2026), tercatat 122 rumah warga mengalami kerusakan berat dan sebagian di antaranya sudah tidak layak huni.

Pergerakan tanah yang terjadi sejak Kamis (29/1/2026) itu juga berdampak pada fasilitas umum. Satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ/PAUD dilaporkan mengalami kerusakan akibat retakan tanah yang semakin melebar di kawasan tersebut.

Wilayah Sirampog sendiri dikenal sebagai daerah rawan bencana geologi. Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan tanah dilaporkan terus aktif, terutama saat hujan turun.

Baca Juga: Inilah Penyebab Tanah Bergerak di Padasari Tegal

Kepala Dusun III Desa Sridadi, Budi Santoso, mengatakan, mayoritas rumah warga berkontruksi kayu. Meski terlihat ringan, kondisi bangunan kini sudah membahayakan keselamatan penghuninya.

“Bangunan banyak yang sudah miring. Pintu dan jendela sulit dibuka, lantai rumah retak dengan celah antara 10 sampai 25 sentimeter,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat warga hidup dalam kecemasan. Sejumlah rumah bahkan mulai dibongkar secara swadaya oleh pemiliknya karena dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.

Baca Juga: Bangun Huntara Untuk Warga Padasari, Pemkab Tegal Akan Gunakan Lahan Perhutani Seluas 5 Hektar

Namun di tengah ancaman tersebut, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Hingga kini, belum tersedia lokasi hunian sementara untuk menampung warga terdampak.

Selama sepekan terakhir, aktivitas warga bersama relawan dipenuhi dengan gotong royong membongkar rumah satu persatu.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait