Kisah SDN Adisana Brebes, Lahir dari Aksi Warga Selamatkan Kereta Api1972

Selasa, 23 Desember 2025 | 22.38
Kisah SDN Adisana Brebes, Lahir dari Aksi Warga Selamatkan Kereta Api1972

BREBES, puskapik.com – Libur sekolah membuat SD Negeri Adisana 01 di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, lebih lengang dari biasanya. Namun di balik suasana sepi itu, sekolah dasar negeri ini menyimp...

BREBES, puskapik.com – Libur sekolah membuat SD Negeri Adisana 01 di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, lebih lengang dari biasanya. Namun di balik suasana sepi itu, sekolah dasar negeri ini menyimpan kisah sejarah penting yang berawal dari aksi warga menyelamatkan perjalanan kereta api lebih dari setengah abad lalu. SD Negeri Adisana 01 lahir dari peristiwa banjir besar yang terjadi pada 18 Maret 1972, tepatnya di Jembatan Kereta Api Sakalimalas Bumiayu. Saat itu, derasnya arus banjir Sungai Keruh menggerus salah satu pilar jembatan hingga membahayakan kereta yang akan melintas. Warga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut segera bertindak. Dengan peralatan seadanya, mereka memberikan tanda bahaya di jalur rel untuk menghentikan kereta api yang akan melintas. Langkah cepat itu berhasil mencegah potensi kecelakaan fatal. Kereta api yang mendekat berhasil dihentikan sebelum melewati jembatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aksi warga Desa Adisana Bumiayu itu kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah membangun sebuah sekolah dasar negeri di wilayah tersebut. Sekolah itu kemudian diberi nama SD Negeri Adisana. Jejak sejarah berdirinya sekolah masih dapat ditemukan melalui sebuah plakat yang menempel di bangunan sekolah. Plakat tersebut bertuliskan, “Dipersembahkan kepada Rakyat Bumiaju atas djasanja menjelamatkan kereta api dari malapetaka akibat runtuhnja djembatan Kali Keruh pada tanggal 18 Maret 1972. Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Drs Frans Seda pada tanggal 16 Djuni 1972”. Sayangnya, kondisi SD Negeri Adisana 01 saat ini terbilang cukup memprihatinkan. Selain jumlah siswa yang relatif sedikit, kondisi fisik bangunan sekolah tampak kurang terawat. Beberapa bagian pagar tembok keliling sekolah terlihat rusak, dan cat bangunan mulai mengelupas. Sedikitnya jumlah siswa disebut karena kalah bersaing dengan sekolah dasar swasta di sekitar Kecamatan Bumiayu. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat sekolah ini masuk dalam wacana regrouping. Namun masyarakat menilai sekolah ini memiliki nilai sejarah yang tidak tergantikan sehingga SD Negeri Adisana 01 tetap dipertahankan. Di tengah suasana libur sekolah, keberadaan SD Negeri Adisana seolah menjadi pengingat bahwa sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang penyimpan nilai sejarah dan keteladanan. Kisah penyelamatan kereta api pada 1972 menjadi pelajaran penting tentang kepedulian dan keberanian warga yang layak dikenalkan kepada generasi muda. Sementara Jembatan Kereta Api Sakalimalas kini sudah tidak lagi difungsikan sejak jalur rel ganda Cirebon–Kroya beroperasi. Jembatan lama tetap dipertahankan dan berada di sisi jembatan baru berkonstruksi beton. SD Negeri Adisana 01 tetap berdiri sebagai saksi sejarah bahwa tindakan cepat warga dalam situasi darurat dapat memberi dampak jangka panjang, termasuk lahirnya fasilitas pendidikan yang bertahan hingga sekarang. **

Artikel Terkait