Agung Widyantoro Ajak Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Disabilitas di Brebes

Agung Widyantoro soroti pendidikan anak disabilitas di Brebes, dorong fasilitas layak, akses sekolah, dan dukungan semua pihak.
BREBES, puskapik.com – Keinginan untuk sekolah dan belajar juga dimiliki anak-anak disabilitas di Brebes. Namun di lapangan, keinginan itu sering terhambat oleh keterbatasan fasilitas, jarak sekolah, hingga kondisi ekonomi keluarga, terutama di wilayah pedesaan.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPR RI Agung Widyantoro saat berkunjung ke SLB Mutiara Hati Bumiayu, Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam kunjungan itu, Agung melihat langsung aktivitas belajar para siswa sekaligus mendengar berbagai persoalan yang masih dihadapi anak-anak disabilitas.
Baca Juga: Jalan Cinanas-Pruwatan Brebes Ambles Sepanjang 35 Meter, Kendaraan Kesulitan Lewat
Agung menegaskan, kepedulian terhadap pendidikan anak disabilitas tidak cukup hanya berupa perhatian atau simpati. Menurutnya, dukungan nyata sangat dibutuhkan agar hak pendidikan mereka benar-benar terpenuhi.
Salah satu yang disoroti adalah keterbatasan sarana belajar di sekolah luar biasa (SLB), khususnya bagi siswa tunanetra.
Hingga kini, ketersediaan Iqro Braille dan Alquran Braille masih sangat terbatas, padahal sarana tersebut penting untuk menunjang pembelajaran keagamaan.
“Anak-anak disabilitas juga berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, termasuk dalam pembelajaran keagamaan. Ini akan saya upayakan,” ujar Agung.
Baca Juga: Gedung Tua di Alun-alun Pemalang Menyimpan Jejak Peradilan Kolonial
Selain sarana belajar, persoalan transportasi juga menjadi kendala besar. Di sejumlah wilayah pedesaan, anak disabilitas kesulitan berangkat ke sekolah karena tidak tersedia kendaraan antar-jemput, sementara kemampuan ekonomi keluarga sangat terbatas.
Agung menilai, persoalan pendidikan anak disabilitas tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, wakil rakyat, sekolah, dan masyarakat agar akses pendidikan semakin terbuka.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru SLB yang selama ini mengajar dengan penuh kesabaran dan keikhlasan di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru juga penting agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Baca Juga: 12 Desa Wisata di Kabupaten Tegal, 3 Desa Wisata Religi
Tak kalah penting, Agung mengajak masyarakat untuk memperlakukan anak disabilitas dan keluarganya secara setara, tanpa stigma dan diskriminasi. Lingkungan yang ramah dan mendukung diyakini akan membantu anak lebih percaya diri serta mendorong orang tua tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka.
Agung berharap, kepedulian terhadap pendidikan anak disabilitas di Brebes terus meningkat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan menata masa depan. **


