Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Alternatif Salem–Banjarharjo Rawan Longsor, Pemudik Diimbau Lewat Jalur Tengah

Selasa, 3 Maret 2026 | 16.26
asat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozak STK, SIK, MM didampingi relawan Bangbara Adventure Salem memberikan keterangan terkait kondisi jalur alternatif mudik dan balik lebaran di ruas Salem-Banjarharjo.
asat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozak STK, SIK, MM didampingi relawan Bangbara Adventure Salem memberikan keterangan terkait kondisi jalur alternatif mudik dan balik lebaran di ruas Salem-Banjarharjo.

Satlantas Polres Brebes temukan 2 patahan dan 1 longsor di jalur Salem–Banjarharjo. Pemudik diimbau hindari jalur alternatif rawan itu.

BREBES, puskapik.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jajaran Satlantas Polres Brebes menemukan dua titik patahan dan satu titik longsor di jalur alternatif Salem–Banjarharjo via Gunung Lio Salem.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran jalur mudik Lebaran, terutama bagi pemudik yang hendak menuju Jawa Barat dan wilayah selatan Brebes.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengecekan jalur mudik dan balik lebaran yang dilakukan Satlantas Polres Brebes bersama relawan Bangbara Adventure Salem, Selasa 3 Maret 2026.

Baca Juga: OTT Bupati Pekalongan, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Bersihkan Birokrasi

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozak STK, SIK, MM, mengatakan, hasil pengecekan menemukan dua titik patahan jalan dan satu titik longsor di wilayah Salem.“Hasilnya tadi kita dapati terdapat dua titik patahan dan satu titik longsor khususnya di wilayah Salem ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan. Ia mengimbau pemudik yang hendak menuju Jawa Barat maupun Bumiayu agar tidak melintasi jalur alternatif tersebut.

“Silakan melalui jalur tengah maupun jalur selatan yang lebih aman untuk dilintasi saat musim mudik,” katanya.

Baca Juga: KPK Segel Kantor Bupati Pekalongan, Puluhan Pejabat Diperiksa

Selain rawan bencana, jalur alternatif Salem–Banjarharjo juga memiliki karakteristik jalan terjal dan banyak tikungan tajam. Saat volume kendaraan meningkat pada arus mudik Lebaran, risiko kecelakaan diperkirakan ikut meningkat, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa melintas di jalur tersebut.

Sementara itu, Koordinator relawan Bangbara Adventure Salem, Serma (Purn) Wartono, menyebut kawasan Gunung Lio memang dikenal rawan kecelakaan, terutama akibat rem blong dan mesin mati mendadak pada kendaraan roda dua maupun roda empat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait