Pemkab Brebes Rintis Pengelolaan Sampah Pasar Jadi Budidaya Maggot

Bangunan pengolahan sampah pasar berbasis budidaya maggot di Pasar Bawang Klampok, upaya inovatif kurangi sampah dan tingkatkan nilai ekonomi pedagangnya.
BREBES, puskapik.com - Inovasi dalam mendukung program Beresi Pasar, terus dilakukan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes.
Salah satunya, dengan merintis pengelolaan sampah di lingkungan pasar melalui metode budidaya Maggot.
Sistem pengelolaan sampah berbasis budidaya Maggot itu, kini tengah diujicoba di empat pasar tradisional.
Baca Juga: Diisukan Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Pemalang, Ini Kata Kundhi
Kedepan sistem itu bakal dikembangkan ke seluruh pasar yang ada di Kabupaten Brebes.
"Untuk tahap awal, kami uji coba di empat pasar tradisional. Saat ini progresnya dalam pengerjaan fisik bangunan," ungkap Kepala Dinkopumdag Kabupaten Brebes, Khaerul Abidin melalui Kepala Bidang Perdagangan, Agung Tirto Kumara, Jumat (17/4/2026).
Dia mengatakan, pengolahan sampah berbasis budidaya maggot itu merupakan bagian untuk mendukung program Beresi Pasar yang diusung Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Dari empat pasar yang menjadi titik uji coba tersebut, yakni Pasar Winduaji Kecamatan Paguyangan, Pasar Seng Kecamatan Bumiayu, Pasar Cermai Ketanggungan dan Pasar Bawang Klampok.
Baca Juga: Pelajar SD di Brebes Jadi Korban Perundungan, Alami Memar dan Trauma
Khusus di Pasar Bawang Klampok itu cakupannya meliputi sampah dari Pasar Klampok dan Pasar Banjaratma.


