Capai 185 Ton per Hari, DLH Batang Ajak Warga Ubah Kebiasaan Buang Sampah

Selasa, 24 Februari 2026 | 10.35
 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning Batang
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning Batang

DLH Batang ingatkan ancaman darurat sampah, produksi capai 185 ton per hari. Warga diminta disiplin buang dan pilah sampah dari rumah.

BATANG, puskapik.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dalam pengelolaan sampah menyusul ancaman darurat sampah akibat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning yang semakin penuh.

Kepala DLH Batang Rusmanto mengatakan, produksi sampah di Kabupaten Batang saat ini mencapai sekitar 185 ton per hari. Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama seluruh masyarakat agar volume sampah dapat dikendalikan.

Hal itu disampaikan Rusmanto saat apel pagi di halaman Pendopo Kabupaten Batang, yang bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Baca Juga: Inilah Pejabat yang Bakal Jadi Sekda Pemalang

Menurut dia, dari total sekitar 820.000 penduduk Kabupaten Batang, tidak semua masyarakat membuang sampah sembarangan.

Namun, masih ditemukan sejumlah titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang kondisinya berantakan.

Ia mencontohkan TPS di wilayah Pasekaran yang berada di pinggir jalan. Banyak warga yang melintas justru membuang sampah dengan cara melempar dari kendaraan tanpa memasukkannya ke dalam area TPS.

“Padahal kami sudah memberikan papan pemberitahuan di lokasi TPS. Tetapi kondisinya masih berantakan, bahkan sampai ada sampah yang berada di bahu jalan,” jelasnya.

Rusmanto mengimbau, masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan, yakni mulai pukul 16.00 hingga 06.00 WIB. Hal ini bertujuan agar sampah dapat langsung diangkut petugas dari DLH Batang yang biasanya mulai mengambil sampah pada pukul 07.00 WIB.

Selain itu, ia juga mendorong setiap desa maupun RT untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, baik sampah anorganik maupun organik. Sampah organik masih dapat dimanfaatkan, misalnya menjadi pupuk atau kompos, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait