Bupati Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Kamis, 29 Januari 2026 | 22.36
Bupati Batang
Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang dalam penanganan pasca-bencana tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

Pemkab Batang menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang dalam penanganan pasca-bencana tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

BATANG, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang dalam penanganan pasca-bencana tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, hasil peninjauan di lokasi menunjukkan area terdampak longsor tidak lagi layak dijadikan permukiman karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Setelah meninjau lokasi, kami melihat memang areal yang terdampak longsor ini adalah areal yang menurut kami tidak layak sebagai areal hunian dan akan berpotensi membahayakan manusia yang tinggal di areal tersebut,” katanya saat meninjau lokasi, di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Baca Juga: Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara, Ning Nawal Dorong Kerajinan dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Batang memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.

Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat yang terdampak tetap bisa punya kehidupan yang berkualitas sampai beberapa hari ke depan. Selama di pengungsian kita upayakan untuk kita bantu kebutuhan pokoknya.

“Bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta dukungan dari berbagai dinas terkait terus disalurkan guna menjaga kondisi para penyintas tetap stabil.

Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Pemkab Batang menilai relokasi menjadi langkah paling aman bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor,” jelasnya.

Supaya kehidupan keluarganya berkualitas, tentu saja mereka harus direlokasi karena kalau tidak ancaman longsor itu masih akan tetap ada ketika musim penghujan datang. Kita tidak bisa memprediksi ke depan kapan akan ada hujan dengan intensitas tinggi seperti tahun ini.

Baca Juga: Pajak Rumah Kos di Kendal Mulai Diterapkan, Bapenda Sosialisasi PBJT di Kaliwungu

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait