Miliki 275 Hektare Lahan Budidaya, Harga Bawang Putih di Batang Masih Tinggi

Bupati Batang Wihaji bersama Dandim 0736 Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu saat panen raya bawang putih pada 2019. FOTO/DOK.HUMAS PEMKAB BATANG

BATANG (PUSKAPIK) – Kabupaten Batang memiliki lahan seluas 275 hektare yang ditanami bawang putih pada tahun ini. Tanaman rempah-rempah tersebut baru akan panen raya mulai Maret hingga April nanti. Karena itu, harga bawang putih masih cukup tinggi dan belum bisa ditekan.

Kepala Bidang Tanaman Hortikultura pada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Budi Setiawan mengatakan, harga bawang putih secara nasional naik, termasuk di Kabupaten Batang. Saat ini harganya di sejumlah pasar tradisional mencapai Rp55.000 sampai Rp60.000 per kilogram.

“Di Kabupaten Batang komoditas tanaman bawang putih memiliki luasan 275 hektare yang ditanam pada tahun 2019, tapi demikian belum bisa menekan harga,” kata Budi Setiawan, Selasa (11/2/2020).

Dia menjelaskan, selain karena belum memasuki masa panen, bawang putih yang ditanam diproyeksikan sebagai benih untuk swasembada pangan pada 2021, sehingga bukan untuk konsumsi. “Dimungkinkan tanaman bawang putih memasuki masa panen panen raya di bulan Maret dan April 2020. Sebenarnya bisa menolong kenaikan harga, tetapi kita masih menunggu intruksi apakah bisa untuk konsumsi dengan adanya kenaikan harga,” ujar Budi Setiawan.

Pada tahun ini luasan tanaman bawang putih ada penambahan sebanyak 200 hektare dan dimungkinkan dipanen 2021. Sesuai instruksi Kementerian Pertanian baru bisa untuk konsumsi. “Komoditas tanaman bawang putih sebagian besar di Kecamatan Bawang, Kecamatan Tebak ada 10 hektare, di Desa Gerbang, Kecamatan Baso ada 22 hektare.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang menargetkan produktivitas bawang putih sebanyak 7 ton per hektare, sedangkan target Kementerian Pertanian 6 ton per hetare. Target optimistis terpenuhi jika tidak ada tidak serangan penyakit dan hujan badai.

Terpisah, Bupati Batang Wihaji mengatakan, Kabupaten Batang memang diproyeksikan sebagai sentra tanaman bawang putih. “Semoga dengan terus menambah lahan tanaman bawang putih ini, ke depan pemerintah bisa mampu swasembada pangan, khusus bawang putih,” katanya.

Bupati berharap kepada petani, terutama di daerah dataran tinggi seperti Bawang, Tebak dan Blado. “Kecamatan Bawang memiliki sukses history dalam tanaman bawang putih. Karena itu harus ada regenerasi petani yang melanjutkan suksesnya, sehingga bisa swasembada pangan. Ini sekaligus sebagai antisipasi permasalahan yang sama terkait kenaikan harga bawang lokal,” kata Wihaji.

Menurut Wihaji, bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. “Pemkab Batang terus men-support petani, kalau memang ada kesulitan dalam pembudidayaan tanaman, baik bibit maupun permasalahan hama, Dinas Pertanian siap membantu dan mendampingi petani,” kata Wihaji.

Apalagi, lanjut bupati, stok dan kebutuhan bawang putih di Indonesia sangat kurang, sehingga sangat tergantung sekali pada impor.(MJ)

Tinggalkan Balasan