Sempat Cekcok, Anak Jalanan di Pemalang Tewas Ditusuk

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Anak jalanan di Kabupaten Pemalang tewas usai ditusuk temannya menggunakan pisau yang dipinjam dari tukang bakso. Pelaku kini telah diamankan polisi dan terancam hukuman penjara lima belas tahun.

Insiden itu terjadi di Kawasan Sirandu Kabupaten Pemalang, Minggu malam 10 September 2023. Korban tewas adalah MH (17) warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Andy Pradana Fendiarmo, menerangkan, sebelum peristiwa penusukan itu pelaku E (27) dan korban MH sempat terlibat cekcok di sekitar simpang empat Sirandu, dekat Stadion Mochtar Pemalang.

“Setelah cekcok, pelaku pergi meninggalkan korban, lalu mendatangi tukang bakso,” kata Kasat Reskrim dalam keterangan pers, Senin 11 September 2023.

Saat membeli bakso, tersangka yang merupakan warga Bogor Jawa Barat itu lalu meminjam pisau dapur pada tukang bakso di kawasan setempat. Ia meminjam pisau dapur tersebut dengan alasan untuk mengupas buah.

“Lalu tersangka mendatangi korban yang sedang duduk bersama teman-temannya, lalu menusuk korban pada dada sebelah kiri bagian depan menggunakan pisau tersebut,” jelas AKP Andy.

Sesaat setelah kejadian tersebut, korban kemudian langsung dilarikan ke ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. M. Ashari Pemalang oleh teman-temannya. Namun naas, nyawa MH tidak tertolong.

“Sesampainya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tutur AKP Andy.

Mendapati kejadian itu, pihak kepolisian kemudian langsung menghubungi keluarga korban di Wiradesa, Pekalongan. “Jenazah korban telah kami serahkan pada pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya,” ungkap AKP Andy.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan petugas kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pemalang kota.

“Tersangka dijerat pasal 80 ayat 3 undang-undang tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang anak dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP dan atau 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang Kasat Reskrim.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!