Pemkot Pekalongan Buka Pelatihan BLK Angkatan III

0
FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi APBN Angkatan III Tahun 2020 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Senin 3 Agustus 2020.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz membuka pelatihan sekaligus memberikan pengarahan kepada peserta Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas di Kota Pekalongan.

Saelany Machfudz mengungkapkan, Pemkot Pekalongan berupaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten. Ini menjadi salah satu target pembangunan di Kota Pekalongan melalui program ini.

“Saya berharap agar tujuan pelatihan ini tercapai secara efektif dan efisien serta dilakukan secara komprehensif. Kepada para peserta, galilah ilmu dan keterampilan dari para instrukstur, resapi dan pahami agar ke depannya menjadi bekal untuk bekerja atau berwirausaha,” tutur Saelany.

Menurut Saelany animo para peserta luar biasa meskipun pembuakaan pelatihan di tengah pandemi Covid-19, bahkan jumlah calon peserta yang mengikuti seleksi membludak sebanyak 568 orang sedangkan kuota yang diterima sebenyak 112 orang.

“Seleksinya luar biasa, bagi yang belum diterima masih ada kesempatan selanjutnya. Bagi yang diterima untuk serius berlatih sehingga setelah memperoleh bekal di sini seperti keahlian bengkel, rias, jahit, atau lainnya ke depannya bisa menjadi mandiri dengan berwirausaha,” terang Saelany.

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi mengungkapkan, pelatihan ini adalah Pelatihan Angkatan III dari dana APBN sebanyak 7 paket pelatihan dengan kuota terbatas sebanyak 112 orang yang masing-masing paketnya 16 orang. Paket-paket pelatihan tersebut adalah menjahit (2 paket), teknis pengelasan (1 paket), desain grafis (1 paket), teknisi sepeda motor (1 paket), perakitan komputer (1 paket), dan teknisi kelistrikan (1 paket).

“Untuk pelatihan ini kami sudah terapkan protokol kesehatan, mereka datang cuci tangan dan pakai masker. Untuk kelas juga telah diatur dan ditinjau sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Slamet.

Disampaikan Slamet, goalnya nanti ada program kerja sama untuk penempatan perusahaan untuk magang atau bisa berwirausaha. Dinperinaker telah MoU kerja sama dengan perusahan agar skill para peserta semakin meningkat setelah memasuki dunia usaha baik bekerja di perusahaan atau wirausaha mandiri.

Kontributor : Suryo Sukarno
Editor : Amin Nurrokhman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini