Open post

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Pemkot Pekalongan Salurkan Ratusan Paket Beras

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membagikan bantuan beras kepada janda miskin, anak yatim, dan yatim piatu, Jumat, 19 November 2021. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Ruang Kalijaga, Setda Kota Pekalongan.

Aaf, sapaan akrab wali kota menerangkan, pemberian bantuan beras dan sembako ini dikhususkan kepada para janda yang ditinggal mati suaminya, dan anak yatim maupun yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Alhamdulillah, Kabag Kesra kemarin komunikasi dengan saya bahwa masih ada plus anggaran untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak Covid. Kita pilih dalam arti janda-janda yang tinggal suaminya karena Covid-19, anak yatim maupun yatim piatu yang ditinggal orang tuanya meninggal karena Covid-19. Sudah kita pilih ada sekitar 200,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Aaf juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap anak yatim maupun yatim piatu yang tinggal orang tuanya karena Covid-19 yang tidak dapat bersekolah karena tak punya biaya. Ke depan, Aaf akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan terkait beasiswa bagi anak yatim piatu terdampak Covid-19.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan Mahbub Syauqi mengatakan, jumlah paket beras dibagikan kepada 99 anak yatim maupun yatim piatu. Setiap anak mendapat 10 kilogram beras. Selain itu, bantuan beras juga diberikan dibagikan kepada janda miskin, khusus warga Kelurahan Pekalongan Utara terdampak Covid-19 dan banjir rob, sebanyak 168 paket.

Menanggapi usulan wali kota mengenai beasiswa untuk anak-anak terdampak Covid-19, Mahbub akan menampungnya. Kemungkinan usulan itu bisa direalisasikan tahun depan. “Mudah-mudahan nanti rencana anggaran tahun depan bisa disetujui oleh DPRD Kota Pekalongan supaya kita bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak yang terdampak Covid-19 untuk tingkat SMA maupun dari santri,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Pemkot Pekalongan Salurkan Jaskin ke Pendidik dan Tenaga Pendidikan Sekolah Swasta

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pada tahun ini memberikan bantuan bantuan Jasa Kinerja (Jaskin) bagi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah swasta di wilayahnya. Bantuan tunai itu secara simbolis diserahkan Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid kepada perwakilan kepala sekolah/guru di Ruang Paripurna DPRD Kota Pekalongan, Rabu, 3 November 2021.

Wali kota mengtakan, bantuan Jasa Kinerja merupakan bentuk perhatian dari pemerintah yang tetap bisa disalurkan walaupun di tengah refocussing anggaran akibat pandemi Covid-19. Harapannya, bantuan ini bisa digunakan untuk mendukung upaya mencerdaskan masyarakat Kota Pekalongan, terutama kalangan pelajar sebagai generasi penerus.

“Kami sudah titipkan mulai dari nol, bahkan dimulai dari Kepala Dinas Pendidikan yang baru ini bisa berkoordinasi dengan semua pihak. Di mana, sekolah swasta juga meluluskan lulusan-lulusan yang menjadi orang yang bisa sukses dan hebat. Mereka harus lebih semangat untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kota Pekalongan,” kata Aaf, sapaan akrab Wali Kota usai penyerahan bantuan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim.

Menurut Aaf, program Jaskin bertujuan meringankan dan menambah kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah swasta. Jadi meskipun mereka mengajar dan bekerja di sekolah swasta, tapi tetap bisa meluluskan anak-anak didik yang bisa sukses dan hebat. Selain itu, program Jaskin ini sekaligus memacu kepada para guru untuk senantiasa meningkatkan prestasi sehingga bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kota Pekalongan.

“Tugas pendidik dan tenaga kependidikan ini tidaklah mudah untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Jerih payah mereka tetap harus diapresiasi, walaupun secara nominal tidak seberapa, tetapi ini bentuk perhatian pemerintah untuk membantu meringankan dan menambah kesejahteraan mereka dalam memaksimalkan pelayanan di bidang pendidikan,” kata Aaf.

Sementara itu, Zainul Hakim mengatakan, Jaskin diberikan untuk meringankan beban satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam memberikan gaji kepada pendidik dan tenaga pendidikan. Hal ini dapat menjamin akses pendidikan bagi peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan memberikan jaminan pembebasan biaya pendidikan.

Adapun sasaran penerima Jaskin adalah pendidik dan tenaga pendidikan pada satuan pendidikan di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Pekalongan yang meliputi SD/MI,SMP/MTS yang memiliki izin operasional.

“Hari ini ada penyerahan bantuan Jasa Kinerja yang sebelumnya dinamakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah sebagai pendamping BOS dari Kemendikbud RI yang diberikan sebenarnya hitungannya per siswa yang dikelola oleh masing-masing satuan pendidikan mulai dari SD/MI,SMP/MTS. Diterimakan mestinya kepada lembaga pendidikan melalui guru/kepala sekolah sebagai pengampu. Bentuk bantuannya berupa uang tunai, selain untuk menambah kesejahteraan guru, bisa juga digunakan untuk mendukung operasional pelayanan di masing-masing satuan pendidikan,” kata Hakim.

Ia menyebutkan besaran bantuan Jaskin yang diberikan pada jenjang SD/MI sebesar Rp112.500,00/peserta didik/tahun. Sedangkan, jenjang SMP/MTS sebesar Rp337.500,00/peserta didik/tahun.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Di Pekalongan, Ada Kampung Cerdas Mandiri

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Kampung Cerdas Madiri di Kelurahan Bandengan diresmikan Wakil Wali Kota Pekalongan, H Salahudin STP pagi ini di Aula Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu 3 November 2021.

Kampung Cerdas Mandiri ini sebagai output dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Pekalongan (Unikal) yang didaulat untuk memberikan manfaat dari segi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi di wilayah Bandengan.

Usai meresmikan Kampung Cerdas Mandiri, Salahudin menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Unikal di Kota Pekalongan terutama dalam program ini.

“Alhamdulillah di sini ada sinergi dengan warga Bandengan, bersyukur Bandengan digunakan untuk program yang harapannya dapat meningkatkan kemampuan masyarakatnya bidang ekonomi dan lingkungan,” terang Salahudin.

Salahudin berharap masyarakat Bandengan ke depannya betul-betul mandiri. Derajat kesehatan, ekonomi, dan lingkungannya juga meningkat

“Harapannya nanti permasalahan rob juga dapat ditanggulangi bersama dengan program ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unikal, Suryani SH MHum menjelaskan, Bandengan menjadi lokasi program ini karena lokasi yang dekat dengan Unikal dan strategis. Ditambah lagi Bandengan juga terdampak rob secara masif.

“Ada beberapa hal yang bisa kita bantu terutama masalah kesehatannya. Kita juga akan optimalkan lahan sempit di Bandengan untuk urban farming/taman kota,” papar Suryani.

Terkait urban farming, dibeberkan Suryani bahwa di Bandengan ada bunga telang yang bisa dibudidayakan. Bunga telang ini dapat diolah menjadi produk.

“Kami akan bantu pengolahan bunga telang ini sampai dapat perizinan industri,” pungkas Suryani.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Amin Nurrokhman

Open post

Pemkot Pekalongan Kukuhkan 30 Siswa SMPN 14 Jadi Agen Perubahan Anti Bullying

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemkot Pekalongan mengukuhkan 30 pelajar SMP Negeri 14 sebagai Agen Perubahan Anti Perundungan. Pengukuhan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di aula sekolah, Selasa, 26 Oktober 2021.

Ikut hadir dalam pengukuhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan Nur Agustina, dan Kepala SMP Negeri 14 Kota Pekalongan Siti Nurul Izzah.

Wali kota menyampaikan apresiasi atas pengukuhan agen perubahan antibullying di SMP Negeri 14 Kota Pekalongan. Menurutnya, jika ditindaklanjuti dan dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka kegiatan ini akan menjadi awal tonggak antibullying di Kota Pekalongan, terutama di lingkungan sekolah.

“Di SMP Negeri 14 Pekalongan baru saja kami kukuhkan Agen Perubahan Stop Bullying, di mana perannya tidak hanya guru, komite, maupun pengajar, tetapi justru ada 30 siswa sebagai Agen Perubahan Stop Bullying yang dipilih dan dipercaya oleh teman-temannya sendiri,” kata Aaf, sapaan akrab wali kota.

Aaf berharap usai dikukuhkan dan mendeklarasikan antibullying, 30 siswa dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam menghentikan kasus-kasus bullying di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kasus bullying memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Kasus bullying berat bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan pada siswa yang dibully baik secara fisik maupun nonfisik.

“Bullying ini efeknya sangat luar biasa, terlebih tingkatan bullying yang berat ini yang bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Hal ini tidak kita harapkan, sehingga mudah-mudahan mulai hari ini dengan adanya deklarasi dan pengukuhan agen perubahan antibullying di SMP Negeri 14 Pekalongan ini bisa ikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekalongan dalam mencegah adanya kasus bullying di sekolah baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, orang tua terhadap siswa, maupun antarsiswa,” kata Aaf.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 14 Kota Pekalongan Siti Nurul Izzah menjelaskan, sebelumnya 30 siswa Agen Perubahan Antibullying telah mendapat pembinaan dan pelatihan selama 10 kali pertemuan.

Siti memaparkan, Kemdikbudristek bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Karakter (PUSPEKA) dan UNICEF melaksanakan program Roots Indonesia 2021. Program Roots Indonesia di tahap pertama tahun 2021 ini diimplementasikan pada sekolah penggerak jenjang SMP dan SMA serta SMK pusat unggulan. Untuk di Kota Pekalongan sendiri, ada 2 TK sekolah penggerak, 3 SD, 2 SMP, dan 2 SMA.

“SMP Negeri 14 Pekalongan menjadi salah satu sekolah penggerak jenjang SMP yang mengimplementasikan program Roots Indonesia ini. Adapun tahapan-tahapannya yaitu pertama melalui sosialisasi kepada kepala sekolah. Kedua, dilakukan survei persepsi perundungan dan survei pemilihan Agen Perubahan Antibullying. Agen-agen perubahan ini dipilih oleh rekan-rekannya sendiri melalui sebuah aplikasi survei, yaitu SMS Boots yang diciptakan oleh Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA),” kata Siti.

Siti membeberkan, guru fasilitator yang sudah terlatih oleh Kemendikbud dan PUSPEKA untuk menularkan ilmunya ke puluhan siswa Agen Perubahan Antibullying baik secara daring maupun luring melalui laman e-course atau learning management system dari PUSPEKA.

“Setelah selesai 10 kali pertemuan, hari ini adalah Hari Roots Day, di mana mereka akan mendeklarasikan Hari Anti Perundungan di SMP Negeri 14 Pekalongan. Mereka sepakat untuk menebarkan perilaku-perilaku kebaikan melalui kreasi-kreasi yang telah mereka buat baik melalui karya poster, video, film pendek, tarian, dan sebagainya,” kata Siti.

Siti menambahkan, untuk di SMP Negeri 14 Pekalongan, sebanyak 30 orang siswa agen perubahan ini nantinya akan menjadi tutor sebaya bagi program project penguatan pendidikan profil pelajar Pancasila di kelas VII sebagai kurikulum sekolah penggerak.

“Mereka akan mendampingi teman-temannya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan anti perundungan (anti bullying). Seandainya jika ada laporan kasus bullying, sekolah memiliki mekanisme penyelesaiannya baik melalui konsultasi guru. Kami upayakan untuk menyelesaikan di tingkat sekolah terlebih dahulu dengan mengadakan pendekatan-pendekatan kepada yang bersangkutan. Alhamdulillah sampai saat ini, kami belum menerima laporan kasus perundungan di sekolah kami, dan mudah-mudahan kasus perundungan ini tidak terjadi di Kota Pekalongan, khususnya di SMP Negeri 14 Pekalongan,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Pemkot Pekalongan Salurkan Dana Hibah ke 110 Lembaga

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyerahkan dana hibah kepada 110 Lembaga/ Yayasan masjid, mushola, dan TPQ.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyerahkan secara simbolis bantuan dana hibah di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Senin 18 Oktober 2021.

Aaf mengungkapkan, kali ini Pemkot Pekalongan menyerahkan bantuan dana hibah bidang keagamaan Kota Pekalongan tahun 2021. “Alhamdulillah hari ini ada sekitar 110 lembaga masjid, mushola, TPQ, dan yayasan yang dananya dapat dicairkan dan disalurkan,” tutur Aaf.

Disampaikan Aaf, pemkot sebetulnya tahun 2020 dan ini sangat terdampak Covid-19, yang mana tahun 2021 ini Rp5 2 miliar terkena refocusing untuk dialihkan ke Covid -19.

“Ini berimbas ke pembangunan di kota begitu pula bantuan ke masyarakat, dana hibah otomatis terpotong juga. Alhamdulillah hari ini pemkot masih bisa menyalurkan bantuan ini. Kita patut bersyukur walaupun jumlahnya blm bisa memenuhi kebutuhan lembaga dan yayasan,” terang Aaf.

Aaf berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Aaf juga meminta doa dan dukungan lembaga dan yayasan untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Pekalongan.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Amin Nurrokhman

 

Open post

46 Anak di Kota Pekalongan yang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19 Terima Bantuan Baznas

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Sebanyak 46 anak yatim/piatu/yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19 di Kota Pekalongan menerima bantuan paket sekolah. Bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Kota Pekalongan disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA).

Puluhan paket bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin didampingi Wakil Ketua Baznas Jawa Tengah Rosihan Anwar, Ketua Baznas Kota Pekalongan Imam Suraji, dan Sekretaris DPMPPA Kota Pekalongan Sabaryo Pramono di Ruang Amarta Setda, Jumat, 8 Oktober 2021.

Bantuan paket sekolah dari Baznas Jateng ini menindaklanjuti ‘Gerakan Jateng Ayo Berbagi’ pada peringatan Hari Jadi ke-71 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Salahudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyaluran bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Tengah yang telah menjalin kolaborasi baik dengan Baznas dan Pemkot Pekalongan dalam meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19, khususnya anak yatim piatu.

“Alhamdulillah kita bisa mendapatkan kolaborasi yang baik dengan Baznas untuk memberikan bantuan kepada anak-anak Kota Pekalongan yang harus kehilangan orang tuanya akibat terpapar Covid-19,” katanya.

Menurut Salahudin, di tengah kedukaan dan kehilangan, bantuan ini paling tidak bisa bermanfaat dan memberikan semangat bagi mereka melanjutkan kehidupan dengan optimistis, terutama dalam melanjutkan pendidikannya.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi semoga bisa sedikit membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya terpenuhinya kebutuhan akan peralatan sekolah, kebutuhan pokok mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Pekalongan Imam Suraji menyebutkan, penerima bantuan paket sekolah ini sebanyak 46 orang anak yatim/piatu/yatim piatu berusia 16 tahun ke bawah. Selain peralatan sekolah, Baznas juga memberikan bantuan pemenuhan gizi anak.

Menurut Imam, Baznas dibantu DPMPPA Kota Pekalongan dalam melakukan pendataan awal terhadap anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Persyaratan penerima bantuan dari Baznas ini adalah anak-anak pelajar SMP ke bawah, yang SMA untuk sementara belum. Kami juga memberikan bantuan pemenuhan gizi berupa daging qurban yang dikalengkan seperti kornet dan rendang senilai total Rp200.000,” kata Imam.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

HUT ke-76 TNI, Pemkot Pekalongan Harapkan Terus Terjalin Kolaborasi

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Upacara Peringatan HUT ke-76 TNI disiarkan langsung dari Istana Kepresidenan Jakarta secara virtual, Selasa, 5 Oktober 2021. Presiden Jokowi bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi meminta transformasi pertahanan TNI harus terus dilanjutkan untuk menghadapi ancaman dengan spektrum semakin luas. Tranformasi juga untuk meletakkan fondasi bagi pembentukan kapabilitas pertahanan modern yang relevan dengan perkembangan teknologi militer terkini.

Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin, Dandim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, dan segenap jajaran Forkopimda lainnya mengikuti upacara di Aula Makodim 0710/Pekalongan. Tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-76 TNI 2021 adalah Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang.

Usai mengikuti upacara, Salahudin mengucapkan selamat kepada TNI yang memasuki usia 76 tahun. Menurutnya, sinergitas yang terjalin antara Pemkot Pekalongan dan TNI/Polri selama ini, terutama dalam penanganan Covid-19, telah terwujud dengan baik.

“Salah satu motor penggerak dalam penanganan Covid-19 di tengah masyarakat ini dari TNI/Polri. Sehingga di HUT TNI ini masyarakat merasa memiliki TNI, karena di masa krisis pandemi kemarin, tanpa memandang tupoksi, TNI bersama-sama Pemkot dan Polri melindungi masyarakat dari sisi mengamankan dari penularan Covid-19 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang berbasis kemasyarakatan,” katanya.

Menurut Salahudin, kemanunggalan TNI bersama masyarakat itu adalah syarat pokok bagi terciptanya keutuhan NKRI sehingga tidak mudah terpecah-belah. “Di usia 76 yang sudah matang ini TNI bisa semakin bermanfaat untuk kemaslahatan rakyat, karena sejatinya TNI juga lahir dari rakyat,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan mengungkapkan bahwa peringatan HUT TNI tahun ini berbeda dari sebelumnya. Peringatan di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan secara terbatas dan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat. “Sehingga, kita mengikuti peringatan HUT TNI secara virtual,” katanya.

Dandim Hamonangan berharap di HUT ke-76 TNI, ke depan TNI semakin sukses, dan semakin dekat dan dapat diterima di hati rakyat.

“Rangkaian HUT TNI ke-76 pada hari ini diisi dengan kegiatan upacara dan tasyakuran sederhana. Selain itu, kami juga telah melakukan kegiatan-kegiatan pelayanan KB gratis, khitan massal, percepatan vaksinasi massal, baksos pembagian sembako kepada warga terdampak Covid-19 dan warga tidak mampu di Kota dan Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Cakupan Vaksin Kota Pekalongan Masih Rendah

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Pemerintah memutuskan untuk menjadikan cakupan vaksinasi sebagai salah satu indikator penentu naik turunnya level PPKM suatu daerah. Hal ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berupaya mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Vaksinasi merupakan salah satu cara proaktif yang aman dan efektif untuk melindungi manusia dari tertularnya penyakit. Vaksinasi sebagai suatu produk biologis bekerja dengan cara memberikan perlindungan kepada seseorang, terhadap berbagai penyakit yang dapat sangat berbahaya dan mematikan, dengan memproduksi imunitas terhadap penyakit tertentu tersebut.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menilai jumlah capaian vaksinasi di Kota Pekalongan memang masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Pasalnya, berdasarkan Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali,penurunan level kab/kota dari Level 2 menjadi Level 1, dengan capaian total vaksinasi dosis pertama minimal sebesar 70 persen dan capaian vaksinasi dosis pertama lansia minimal sebesar 60 persen. Menurutnya,saat ini di Kota Pekalongan masih tersedia stok vaksin sekitar 10 ribu dosis baik yang ada di Dinas Kesehatan, TNI/POLRI yang peruntukkan diprioritaskan untuk penyuntikan dosis kedua.

“Tetapi karena Kota Pekalongan belum mencapai, dan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kemarin, kita harus menghabiskan stok yang ada terlebih dahulu baru mengajukan kembali stok vaksin ke pemerintah pusat maupun propinsi untuk dosis kedua. Akhirnya, kemarin untuk stok yang masih ada dosis kedua,stok dihabiskan sudah hari ini di Mapolres Pekalongan Kota dan di Hari Sabtu juga ada beberapa partai politik yang akan membantu cakupan vaksinasi di Gor,” terang Aaf, usai menyerahkan bantuan KORPRI-PGRI Berbagi, di Aula SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, Rabu 22 September 2021.

Disampaikan Aaf, sinergi semua pihak antara pemerintah,TNI,POLRI, partai politik, organisasi masyarakat dibutuhkan untuk menggenjot cakupan vaksinasi di Kota Pekalongan agar bisa tercapai minimal 50 persen.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Amin Nurrokhman

Open post

Wali Kota Pekalongan Minta OPD Tak Sepelekan Pengelolaan Arsip

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Wali kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengharapkan semua pihak tidak menganggap sepele arti dan fungsi arsip. Sebab penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih bisa terwujud melalui tata kelola arsip yang baik dan benar.

“Karena arsip ini penting, baik dokumen-dokumen kinerja dan sebagainya, seluruhnya harus terarsip dengan benar. Saya tekankan kepada seluruh ASN, jika semua arsip tersusun rapi dan terlaporkan secara rapi, baik dan benar. Maka, ketika ditemukan masalah cukup arsip saja yang berbicara,” kata Aaf, sapaan akrab wali kota usia pengarahan dan penyerahan laporan audit kearsipan internal, di Ruang Rapat lantai 3 BKD, Rabu, 8 September 2021.

Dalam kegiatan tersebut, Aaf juga menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada tiga OPD dengan hasil laporan audit kearsipan internal. Kategori memuaskan diberikan kepada Bagian Umum Setda Kota Pekalongan, dan kategori sangat baik untuk Bappeda dan Dinperinaker Kota Pekalongan.

Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Erli Nufiati mengatakan, pad 2020 Dinarpus melakukan audit terhadap 14 OPD dan tahun ini meningkat.

“Alhamdulilah, tahun 2021 meningkat sebanyak 30 OPD sudah bisa kami audit. Hasilnya memang masih beragam. Tetapi, secara makro sudah ada peningkatan dibandingkan dengan audit tahun 2020,” kata Erli.

Ia menjelaskan, audit kearsipan ada dua jenis yakni audit internal dan eksternal. Audit eksternal dilaksanakan oleh Dinas Arpus Jateng dan arsip nasional republik Indonesia (ANRI) dengan bobot yakni 60% dari penilaian.

Sedangkan, audit internal adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinarpus dengan melakukan audit ke semua OPD di Pemkot Pekalongan dengan bobot 40%.

“Perpaduan dari dua nilai tersebut akan menetapkan nilai di tingkat provinsi dan nasional,” katanya.

Pada 2020, Pemkot Pekalongan berhasil memperoleh peringkat lima di tingkat Provinsi Jateng dan peringkat 11 tingkat nasional. Pihaknya mendorong OPD untuk melakukan pengelolaan arsip yang lebih baik. Sehingga, tidak saja nilainya meningkat tapi juga pengelolaan kearsipan di kota Pekalongan menjadi semakin baik.

“Ini patut kami syukuri, sebab ini merupakan hasil dari semua pihak, sehingga kita bisa memperoleh hasil yang cukup signifikan,” katanya.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Pemkot Pekalongan Ikuti Rakor Pencegahan Korupsi KPK

PUSKAPIK.COM, Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan mengikuti rapat koordinasi tindak pidana korupsi dengan Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK secara virtual di Ruang Amarta Setda, Rabu 8 September 2021.

Rakor tersebut diikuti oleh Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin, Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, jajaran asisten setda, kepala OPD terkait, dan para camat.

Rakor tersebut dilaksanakan berdasarkan pada Undang-undang No. 19 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU No. 30 Tahun 2002 bahwa KPK bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi serta tindakan pencegahan dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

Wali Kota menyampaikan bahwa dalam rakor ini membahas terkait optimalisasi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ini bentuk keseriusan pemerintah melakukan pemberantasan korupsi pada sektor pencegahan dan sektor deteksi dini,” kata Aaf, sapaan akrab wali kota.

Menurut Aaf, langkah ini dilakukan agar mulai dari hilir area-area yang berpotensi korupsi bisa diminimalisir serta dapat dihilangkan sejak dini. “Kasus-kasus korupsi yang sudah terjadi dan kasus yang baru terjadi di Jawa Tengah kami jadikan pelajaran. Termasuk dari sektor mana saja yang rawan terjadi tindak korupsi harus dilakukan deteksi dini agar dapat dilakukan pencegahan,” kata Aaf.

Ia menambahkan, upaya-upaya perbaikan dalam tata kelola aset dan optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan. Pihaknya juga berterima kasih kepada KPK yang telah mendampingi pemda dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Posts navigation

1 2 3 4 16 17 18
Scroll to top