Yono Daryono : Tegal Tetap Menyala sebagai Kota Teater

Minggu, 14 Desember 2025 | 14.56
Yono Daryono : Tegal Tetap Menyala sebagai Kota Teater

TEGAL, puskapik.com - Budayawan asal Kota Tegal, Yono Daryono, resmi menerima Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 kategori Pelopor Teater. Penghargaan itu diberikan dalam Malam Anugerah Kebudayaan Ja...

TEGAL, puskapik.com - Budayawan asal Kota Tegal, Yono Daryono, resmi menerima Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 kategori Pelopor Teater. Penghargaan itu diberikan dalam Malam Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah yang digelar di Situs Cagar Budaya Benteng Willem I Ambarawa, Sabtu 13 Desember 2025. Penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjang Yono dalam dunia sastra dan teater. Usai menerima anugerah, Yono menyampaikan pesan yang menggema bukan hanya sebagai pidato, melainkan seperti seruan dari atas panggung bagi generasi penerus seni pertunjukan di Tegal. "Tegal sebagai kota teater, jangan sampai teater di Tegal mati. Jangan bosan untuk berlatih, terus tingkatkan kreativitas dan perteguh jati diri," kata Yono saat dihubungi puskapik.com, Minggu, 14 Desember 2025. Menurut Yono, teater bukan sekadar pertunjukan, melainkan kerja kreatif yang memiliki daya hidup panjang dalam kebudayaan. "Teater sebagai kerja kreatif akan memperkaya budaya. Sebagai produk budaya, teater bukan hanya punya nilai seni yang tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi," ujar Yono. Yono juga menekankan bahwa proses bermain teater melatih kemampuan berpikir kreatif yang esensial dalam kehidupan. "Saat bermain teater, kita dituntut membuat pilihan kreatif, memikirkan ide-ide baru, serta menafsirkan materi dengan cara yang baru. Ini kemampuan yang sangat penting—bahkan lebih penting daripada pengetahuan," kata Yono, yang telah berkesenian sejak 1976 dan ikut mendirikan Teater RSPD pada 1978. Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan bahwa kebudayaan memiliki nilai-nilai luhur yang berakar kuat dari masyarakat Jawa Tengah dan harus terus dijaga bersama. "Budaya memiliki nilai-nilai luhur yang berakar dari masyarakat Jawa Tengah. Nilai-nilai ini harus kita jaga dan lestarikan. Untuk melestarikan budaya, kami tidak mampu dan tidak bisa sendiri," ujar Sumarno. Sumarno menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian. "Kami, pemerintah, butuh partisipasi dan dukungan bapak ibu sekalian," lanjut Sumarno. Menurut Sumarno, pelestarian tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga menyentuh aspek lain seperti lingkungan hidup yang membutuhkan kepedulian bersama. "Penerima penghargaan ini adalah contoh nyata orang-orang yang peduli terhadap pelestarian budaya di Jawa Tengah. Dan tentu saja, masih banyak teman-teman di Jawa Tengah yang memiliki kepedulian yang sama," imbuh Sumarno. **

Artikel Terkait