Tawa Lansia di Tenda BNPB Tegal, Menunggu Air Surut di Penghujung Tahun

Kamis, 1 Januari 2026 | 03.56
Tawa Lansia di Tenda BNPB Tegal, Menunggu Air Surut di Penghujung Tahun

TEGAL, puskapik.com - Ha ha ha… tawa renyah itu terdengar dari kejauhan, memecah dinginnya sore di sebuah tenda oranye bertuliskan BNPB, di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu 31 ...

TEGAL, puskapik.com - Ha ha ha… tawa renyah itu terdengar dari kejauhan, memecah dinginnya sore di sebuah tenda oranye bertuliskan BNPB, di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu 31 Desember 2025. Di dalam tenda pengungsian sederhana itu, sejumlah warga lanjut usia atau lansia duduk dan berbaring di atas velbed. Jauh dari ruang tamu rumah mereka, jauh pula dari kehangatan keluarga, namun mereka berusaha menciptakan suasana hangat dengan bercengkerama satu sama lain. Para lansia tersebut merupakan bagian dari 152 warga terdampak genangan air yang melanda Kelurahan Krandon dan Kaligangsa. Genangan datang akibat limpasan air dari wilayah hulu Kabupaten Tegal, memaksa warga meninggalkan rumah di penghujung tahun. Meski kondisi pengungsian jauh dari kata layak, kebersamaan menjadi penghangat tersendiri. Di atas velbed masing-masing, mereka saling berbagi cerita perjalanan hidup. Obrolan mengalir ringan, mulai dari kisah pekerjaan di masa lalu, menantu hingga cucu-cucu yang kerap mengundang senyum dan tawa. Sesekali, kenangan pergantian tahun ikut terlintas. Ada yang mengenang malam tahun baru dengan istighosah di musala kampung, ada pula yang berbagi minyak gosok untuk sekadar menghangatkan tubuh yang mulai digerogoti usia dan cuaca dingin. "Tahun wingi tah ana istighosah yah. Tahun kie adem njilem. Tapi ya, Alhamdulillah diparingi waras. Muga-muga banyune cepet asat," ucap Turyamah (70), menggunakan bahasa Tegalan. (Tahun kemarin ada istighosah. Tahun ini terasa hampa. Tapi Alhamdulillah masih diberi kesehatan. Semoga airnya segera surut). Turyamah dan teman-teman sebayanya telah semalam menghuni tenda pengungsian. Rumah mereka tergenang air, membuat aktivitas sehari-hari nyaris mustahil dilakukan. Bukan hanya soal berjalan di genangan, mereka juga khawatir dengan bahaya yang mengintai, mulai dari risiko terpeleset hingga kemungkinan rumah dimasuki binatang liar seperti ular. Pilihan paling aman bagi mereka adalah menempati velbed BNPB, sembari menunggu air benar-benar surut. Harapan sederhana pun terucap. Mereka berharap kondisi seperti ini tidak lagi terulang, seperti tahun-tahun sebelumnya. Ironisnya, di tahun 2025 ini, genangan air datang tanpa permisi, tepat dua hari menjelang pergantian tahun ke 2026. Meski bantuan makanan tersedia dan rasanya cukup enak, bagi para lansia di tenda pengungsian, nikmat paling sederhana tetaplah masakan rumah dan kebersamaan keluarga. "Seenak-enaknya makanan ya paling enak makan sama keluarga di rumah. Semoga tahun 2026 dan seterusnya tidak ada lagi genangan atau banjir seperti ini," harap Turyamah, lirih namun penuh doa. Di balik tenda oranye dan velbed sederhana itu, tawa para lansia menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, manusia tetap berusaha bertahan dengan cerita, kebersamaan dan harapan akan hari yang lebih baik. **

Artikel Terkait