Dinkes Tegal Perketat Pengawasan SPPG, Tegaskan Penerbitan SLHS Sangat Ketat

Selasa, 24 Februari 2026 | 14.42
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin, berkomunikasi dengan salah satu petugas SPPG Kraton 1, Selasa 24 Februari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin, berkomunikasi dengan salah satu petugas SPPG Kraton 1, Selasa 24 Februari 2026.

Dinkes Kota Tegal perketat pengawasan SPPG usai tiga siswa SMP PIUS diduga keracunan, pastikan SLHS dan standar higienitas terpenuhi.

TEGAL, puskapik.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG menyusul insiden gejala keracunan yang dialami tiga siswa SMP PIUS Tegal.

Menurut Zaenal, langkah pengawasan tidak hanya sebatas pengambilan sampel makanan, tetapi juga menyasar aspek kesehatan lingkungan dan kelayakan bangunan.

“Kita akan lebih ketat lagi. Kita akan melangkah dengan inspeksi kesehatan lingkungan, tatanannya seperti apa dalam gedungnya,” ujar Zaenal, saat memimpin pemeriksaan makanan di SPPG Kraton 1, Selasa 24 Februari 2026.

Baca Juga: Dinkes Tegal Ambil Sampel Menu MBG di SPPG Kraton 1

Zaenal menekankan bahwa penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS dilakukan dengan sangat selektif. Bahkan, dirinya memerintahkan tim agar benar-benar memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum sertifikat diterbitkan.

“Penerbitan SLHS yang ada, kami Dinas Kesehatan sangat ketat. Bahkan saya memerintahkan kepada tim supaya benar-benar itu laik untuk diterbitkan SLHS,” tegas Zaenal.

Sejauh ini, tercatat sudah ada 10 SPPG di Kota Tegal yang mengantongi SLHS. Zaenal menyebut, proses yang relatif ketat membuat Kota Tegal terlihat lebih lambat dibanding daerah lain dalam penerbitan sertifikat tersebut.

Baca Juga: Tiga Siswa SMP PIUS Tegal Diduga Keracunan Roti MBG, Sempat Dilarikan ke RS

“Kenapa Kota Tegal agak lambat, karena kami sebagai Dinas Kesehatan sangat-sangat ketat untuk hal SLHS-nya, pengeluaran sertifikatnya,” jelas Zaenal.

Selain itu, Zaenal memastikan penyusunan menu di SPPG tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap dapur layanan gizi didampingi ahli gizi yang telah menyusun rancangan menu dengan sistem siklus.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait