Turun Langsung Bersihkan Sungai Kaliwadas, Bupati Tegal Senggol Netizen Soal Settingan Pencitraan
Sabtu, 27 September 2025 | 02.30

SLAWI, puskapik.com - Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman dalam status WhatsApp langsung skakmat para netizen yang jika melihat kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kaliwadas, Desa Kaliwadas, Kec...
SLAWI, puskapik.com - Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman dalam status WhatsApp langsung skakmat para netizen yang jika melihat kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kaliwadas, Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, dikira settingan atau pencitraan, Jumat pagi 26 September 2025.
Padahal, bersih-bersih sampah itu kegiatan riil yang mendesak dilakukan agar sungai tidak banjir.
"Ini kalau nitizen lihat pasti dikira settingan," kata Mas Ischak distatus WhatsApp yang diunggah pada Jumat 26 September 2025 pukul 15.16 WIB.
Kegiatan Peringatan World Clean Up Day atau WCD 2025 diikuti ratusan peserta dari unsur Forkopimda Kabupaten Tegal, Kepala OPD, dan jajaran, relawan dan komunitas peduli lingkungan, pelajar , TNI dari Brigif 4/Dewa Ratna dan masyarakat Desa Kaliwadas.
Acara diawali dengan upacara dan penyerahan secara simbolis penghargaan sekolah Adiwiyata Provinsi Jateng.
Penghargaan diserahkan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman kepada SMA 1 Kramat, SMK 1 Slawi, SMA 2 Slawi, SMA 1 Slawi, SMP 2 Tarub, SMP 2 Dukuhwaru, SMP 1 Dukuhturi, SMP 1 Margasari, SMP 2 Slawi, MTs NU 1 Hasyim Asyari Tarub, SD Jembayat 3, SD Bogares Kidul 2, SD Mejasem Barat 3, SD Batumirah 2, SD Harjosari Lor 2.
Selanjutnya, dipimpin Bupati Ischak, para peserta upacara bergerak membersihkan sampah yang ada di Sungai Kaliwadas.
Bupati Ischak tak sungkan masuk ke sungai yang kondisinya sangat memprihatinkan. Selain dipenuhi sampah, dan ditumbuhi rumput serta eceng gondok, air sungai berwarna hitam dan berbau menyegat.
Dengan menggunakan alat garukan sampah, Bupati Ischak dan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mengambil sampah di sungai dan memasukkan ke dalam wadah.
Sampah yang telah terkumpul selanjutnya dimasukkan ke dalam truk Dinas Lingkungan Hidup untuk dibuang ke Tempat Pengelolaan Akhir atau TPA Penujah.
Selain Bupati, turut dalam bersih-bersih sampah Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Staf Ahli Bupati Nurhapid Junaedi, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edy Sucipto dan jajarannya.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menuturkan kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kaliwadas dalam rangka ihtiyar memberikan layanan kesehatan lingkungan yang lebih bersih.
“Ternyata banyak sekali tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air. Tadi kita sudah membersihkan sebagian, namun mengingat volumennya sangat tinggi, kita putuskan mendatangkan alat berat ekskavator dari Slawi,”ujarnya.
Bupati Ischak menargetkan semua sampah tersangkut di pintu air Sungai Kaliwadas dapat terambil seluruhnya.
“Ini sebagai contoh, jangan sampai ada acara WCD hanya berhenti setengah. Tadi sudah banyak sampah yang diangkut, sudah ada delapan truk sampah. Namun, masih ada 60 persen sampah yang tersisa,”sebutnya.
Ia memperkirakan, sampah yang masih tersisa bila diangkut menggunakan truk sampah, bisa mencapai 15 truk sampah lagi atau hampir 75 ton.
Dari informasi yang diterima, banyaknya sampah disebabkan masyarakat yang tinggal di sekitar masih kerap membuang sampah di sungai, termasuk kiriman dari desa sekitar.
Selain itu, dari penuturan Kepala Desa Kaliwadas, Rukhamah, banyak peternak kambing yang membuang kotoran ternak ke sungai, termasuk jika ada ternak yang mati.
“Kami pesan kepada Kepala Desa untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah minimal buang sampah pada tempatnya. Selain itu, bisa kerjasama dengan DLH untuk pengangkutan sampah desa,”sebutnya.
Mengingat masalah sampah sudah lintas desa, maka DLH diperintahkan turun untuk mensosialisasikan masalah tersebut.
“Hasil sebelum dan sesudah pembersihan kita kirimkan ke desa-desa yang memang penyumbang sampah, agar bareng-bareng menjaga kebersihan sungai,”tutur Ischak.
Kegiatan tersebut diharapkan bukan sekedar seremoni, tapi juga bagian ihtiyar memberikan edukasi pola hidup sehat, buang sampah sesuai aturan dan tidak menimbulkan pencemaran.
Kepala Desa Kaliwadas Rukhamah menuturkan, pengerukan sampah di Sungai Kaliwadas telah diilakukan rutin setidaknya dua kali dalam setahun.
Bahkan baru empat bulan lalu, warga di desanya bergotong royong membersihkan sampah, bahkan pihak desa mendatangkan ekskavator.
Namun, sayangnya sampai saat ini masih banyak warga yang masih membuang sampah di sungai.
“Rencana kami akan memasang jaring di jembatan perbatasan Desa Pagedangan dengan Desa Kaliwadas,”tuturnya.
Sementara itu, Ketua WCD Kabupaten Tegal Miswarudin menuturkan, dipilihnya Sungai Kaliwadas sebagai lokasi puncak peringatan WCD karena aspirasi dari masyarakat.
Selain itu, karena kondisi sungai cukup parah. Pihaknya ingin masyarakat lebih peduli dan ke depan tidak membuang sampah di sungai. Selain itu, sungai ini mengaliri lahan pertanian dan menjadi sumber kehidupan.
“Jadi kalau sungai bersih, nanti hasil pertanian baik, Perkebunan juga baik,”jelasnya.
Salah seorang peserta, Fauzan Abdullah Dwi Putra siswa kelas XI SMA 1 Slawi mengaku terkesan dengan acara tersebut. Baru pertama kali dia ikut bersih-bersih sungai seperti itu.
“Harusnya sungai itu dirawat oleh warga sekitar, bukan malah buang sampah di sungai.Semoga sungai ini tidak lagi untuk buang sampah lagi , sehingga ekosistemnya juga terjaga,”tuturnya. **
Artikel Terkait

OPD di Kabupaten Tegal Wajib Punya Medsos

Inilah 4 Nama Pejabat di Pemkab Tegal yang Dimutasi, Kasatpol PP Pindah ke Disperinaker

Inspektorat Tegal Belum Temukan Pelanggaran Etik ASN, Kuasa Hukum Nenek Kushayatun Siap Tempuh PTUN
