Serap Aspirasi Masyarakat, Satpol PP Kabupaten Tegal Selenggarakan Forum Konsultasi Publik

Selasa, 18 November 2025 | 18.08
Serap Aspirasi Masyarakat, Satpol PP Kabupaten Tegal Selenggarakan Forum Konsultasi Publik

TEGAL, puskapik.com - Tak hanya Anggota DPRD Kabupaten Tegal yang menyerap aspirasi masyarakat, tapi juga Satpol PP Kabupaten Tegal yang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula Satpol P...

TEGAL, puskapik.com - Tak hanya Anggota DPRD Kabupaten Tegal yang menyerap aspirasi masyarakat, tapi juga Satpol PP Kabupaten Tegal yang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula Satpol PP setempat, Senin 17 November 2025. Kasatpol PP Kabupaten Tegal, Supriyadi mengatakan, FKP diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik sebagai upaya membangun sistem penyelenggaraan pelayan publik yang adil, transparan, dan akuntabel. "Selain untuk mengetahui kendala di masyarakat soal penegakan Perda dan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat, juga Menghimpun aspirasi dan harapan masyarakat serta para pemangku kepentingan terhadap tupoksi Satpol PP," kata Supriyadi yang akrab disapa Andi itu. Menurut dia, FKP juga sebagai upaya tindaklanjut permasalahan yang ada terkait penegakkan perda dan trantibummas. Tak hanya itu, FKP untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan trantibummas, Untuk menggalang sinergitas dengan lintas sectoral dan opd terkait dalam penegakkan perda serta penyelenggaraan trantibummas. "Kami berharap FKP juga untuk membangun peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan pemadam kebakaran," harap Andi. Dijelaskan, ruang lingkup Satpol PP Kabupaten Tegal meliputi bidang penegakan dan perundang-undangan daerah yang terbagi menjadi seksi penindakan dan seksi pembinaan, pengawasan, dan penyuluhan. Sementara di bidang ketentraman dan ketertiban umum terbagi menjadi seksi ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Sedangkan di bidang pemadam kebakaran, terbagi seksi pencegahan dan penanggulangan bencana serta seksi inspeksi, investasi, dan pemberdayaan masyarakat. "Yang paling banyak disorot bidang Damkar. Hingga kini, Damkar telah menangani sebanyak 67 kejadian kebakaran, 198 evakuasi non kebakaran, dan 28 kegiatan 36 kegiatan kunjungan edukasi," terangnya. Ditambahkan, kegiatan evaluasi non kebakaran terbanyak diminta masyarakat. Kegiatan itu diantaranya pelepasan cincin, pembasmi sarang tawon, penanganan binatang buas, dan lainnya. Sedangkan terbanyak kejadian kebakaran untuk kebakaran bangunan sebanyak 36 kejadian dan kebakaran lahan 17 kejadian. "Kami juga banyak mendapatkan permintaan untuk kunjungan edukasi. Mayoritas dari sekolah-sekolah yang mengedukasi siswanya dalam penanganan kebakaran ringan," pungkasnya. **

Artikel Terkait