Sekolah di Tegal Beralih ke Pembelajaran Berbasis Digital
Selasa, 16 Desember 2025 | 00.30

TEGAL, puskapik.com - Dunia pendidikan di Kota Tegal mulai bertransformasi menuju pembelajaran digital. Sebanyak 203 satuan pendidikan menerima bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) sebagai b...
TEGAL, puskapik.com - Dunia pendidikan di Kota Tegal mulai bertransformasi menuju pembelajaran digital.
Sebanyak 203 satuan pendidikan menerima bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari program nasional digitalisasi pendidikan.
Bantuan tersebut diberikan kepada sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, SMA atau SMK, Sanggar Kegiatan Belajar hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, dari total 449 satuan pendidikan yang ada di Kota Tegal.
Peluncuran pemanfaatan IFP dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di Aula SMP Negeri 10 Kota Tegal, Senin 15 Desember 2025.
Sebelum peluncuran, Dedy Yon bersama jajaran meninjau langsung penggunaan perangkat IFP di SD Negeri Mangkukusuman 2.
Dedy Yon mengatakan, kehadiran IFP merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program hibah digitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat dalam mewujudkan smart classroom.
“Program dari Presiden Prabowo ini bertujuan memudahkan siswa dalam menerima pelajaran. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga melalui ilustrasi visual berupa gambar atau tampilan nyata, sehingga siswa lebih mudah memahami,” ujar Dedy.
Menurut Dedy Yon, pola pembelajaran harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karakter dan cara belajar generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, sehingga metode pembelajaran perlu menyesuaikan dengan dunia digital.
“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, kita bisa merasa sudah hebat, tetapi ternyata tidak selaras dengan kebutuhan dan kemampuan anak didik yang sekarang sudah sangat maju di dunia digital,” kata Dedy.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Ismail Fahmi, menjelaskan bahwa pemanfaatan IFP merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung agenda nasional transformasi digital pendidikan.
“Ini langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik, sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia unggul,” kata Fahmi.
Fahmi menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal berkomitmen melakukan pendampingan, pelatihan serta evaluasi berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Pelatihan operator sekolah juga telah dilakukan untuk memastikan perangkat dapat digunakan secara optimal. Fahmi berharap, sebanyak 246 sekolah yang belum menerima bantuan IFP dapat terakomodasi pada 2026.
Kepala SDN Mangkukusuman 2, Wulan Garini, menyambut baik kebijakan digitalisasi pembelajaran tersebut.
Menurut Wulan, kehadiran IFP sangat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih variatif dan mudah dipahami siswa.
“Dengan IFP pembelajaran menjadi lebih hidup. Guru bisa menampilkan secara visual, video maupun simulasi yang membuat siswa lebih fokus dan antusias mengikuti pelajaran,” kata Wulan. **



