Ribuan Pelajar Antusias Datang ke Pameran Wanara Seba Museum Semedo

Rabu, 26 November 2025 | 23.43
Ribuan Pelajar Antusias Datang ke Pameran Wanara Seba Museum Semedo

SLAWI, puskapik.com - Sejak hari pertama dibuka pada 25 November 2025, ribuan pengunjung yang sebagian besar pelajar SD dan SMP hadir untuk menyaksikan fosil dan artefak prasejarah berusia ratusan rib...

SLAWI, puskapik.com - Sejak hari pertama dibuka pada 25 November 2025, ribuan pengunjung yang sebagian besar pelajar SD dan SMP hadir untuk menyaksikan fosil dan artefak prasejarah berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun silam. Pameran tersebut digelar Museum Semedo selama tiga hari mulai 25 sampai 27 November 2025 di Gedung Korpri Slawi, Kabupaten Tegal Memasuki Gedung Korpri pengunjung disambut dengan gerbang selamat datang bergambar Giganthopithecus , Homo erectus, Pongo dan Hexaprotodon. Setelah melakukan registrasi, siswa yang telah berbaris rapi di depan pintu masuk akan diminta menyerukan yel- yel dioandu petugas museum. Setiap kali petugas menyerukan Museum Semedo, maka para siswa harus menjawab dengan ora teka ora kepenak. "Museum Semedo, Ora Teka Ora Kepenak," seru para siswa. Memasuki ruang pamer, pengunjung disuguhkan rangkaian perjalanan sejak penemuan benda- benda yang dianggap barang antik di Semedo mulai dikenali LSM Gerbang Mataram sebagai fosil dan artefak prasejarah serta dilaporkan kepada lembaga yang berwenang di bidang kebudayaan, berlanjut 2005 saat fosil dan artefak Semedo mulai diteliti, 2011 penemuan manusia purba pertama di Desa Semedo. Di bagian ini juga diterangkan waktu pembangunan Museum Semedo pada 2015 sampai pada kembalinya koleksi-koleksi unggulan Museum Semedo dari Museum Nasional Indonesia dan Museum Manusia Purba Sangiran, yaitu koleksi fosil Homo erectus, Giganthopithecus, Pongo, Hexaprotodon dan Megalochelys. Di ruang pamer, pengunjung dapat menyaksikan langsung fosil koleksi Museum Semedo yang dipajang di meja besar dan dinding. Dipandu petugas museum, para siswa melihat dan menyaksikan koleksi tersebut. Selain koleksi fosil, pameran Wanara Seba menampilkan koleksi wayang golek, lukisan, foto dan batik Tegal. Fahmi Riski Utama salah satu siswa kelas 9 SMP 1 Balapulang mengaku senang dapat berkunjung ke pameran Wanaraseba. "Senang bisa melihat aneka fosil dari Kabupaten Tegal. Ada rahang orangutan dan lukisan," tuturnya pada Rabu (26/11). Fahmi menuturkan belum pernah mengunjungi Museum Semedo. Namun, sebelumnya pernah ke Museum Ronggowarsito di Semarang. "Setelah melihat koleksi yang dipamerkan disini, saya ingin ke Museum.Semedo. Tentunya koleksi disana lebih banyak," tuturnya. Menurut Fahmi, sekolahnya mengirim 20 siswa didampingi guru untuk menyaksikan pameran tersebut. Sementara itu, Purwono guru SD Kagok 01 menuturkan, dia mengajak siswa datang ke pamewan untuk memberikan edukasi benda- benda purbakala kepada para siswa. Pagi itu, Purwono mengajak 36 siswa kelas 5A. "Dalam kunjungan ini anak dikenalkan benda- benda prasejarah. Selanjutnya akan diminta membuat laporan hasil kunjungan," sebutnya. Kepala Unit Museum.Semedo Gatut Eko Nurcahyo menuturkan, pameran ini diharapkan dapat meningkatkan local pride atau kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya sendiri. Gatut menuturkan, koleksi- koleksi yang kembali ke Museum.Semedo bukan koleksi sembarangan. Giganthopithecus sendiri fosil sendiri fosil yang sampai sekarang oleh kalangan akademisi atau ilmuwan disebut sebagai fosil yang fenomenal, enigmatic atau misterius. Karena sampai sekaran, baru ditemukan di dua tempat di dunia, yakni di Tiongkok Selatan dan Semedo Kabupaten Tegal. Sementara, Homo erectus SMD-1 yang ditemukan pada tahun 2011 telah membuka dan memberikan pengetahun baru. Sebelum penemuan Homo erectus SMD-1, di kalangan akademis diyakini persebaran manusia purba Homo erectus hanya di Jawa bagian tengah dan Jawa Timur. Ternyata dengan ditemukan SMD-1 membuka dan memberikan pengetahuan baru bahwa migrasi persebaran Homo erectus sampai perbatasan Jawa Tengah bagian barat dan Jawa Barat. **

Artikel Terkait