Perhutani KPH Pekalongan Barat Bersama Stakeholder Penyulaman Tanaman di Lereng Gunung Slamet Bagian Barat
Jumat, 28 November 2025 | 21.14

ADIWERNA, puskapik.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat telah melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan hutan di lereng Gunung Slamet bagian barat. Selain me...
ADIWERNA, puskapik.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat telah melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan hutan di lereng Gunung Slamet bagian barat.
Selain memasang papan larangan penggaraapan lahan, KPH Pekalongan Barat juga telah mencanangkan dan melakukan gerakan menanam dimulai sejak bulan November 2023 untuk merehabilitasi hutan yang rusak.
Baru baru ini, KPH Pekalongan Barat menggandeng sejumlah stakeholder, di antraanya Pemuda Pancasila, Pemerintah Desa dan Tokoh masyarakat Sigedong serta Komunitas Pecinta Alam Bosapala Sawangan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh baik yakni dengan pengecekan dan menanam kembali (penyulaman) tanaman yang telah ditanam namun mati di petak 48 RPH Guci, pada Kamis (27-11-2025).
Administratur / Kepala KPH Pekalongan Bara, Maria Endah Ambarwati melalui Asper / Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa, Taufik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan giat sinergi yang berkesinambungan.
"Kami berharap kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan agar hutan di wilayah lereng gunung slamet tetap lestari,"katanya.
Perlu diketahui terkait kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan masyarakat, instansi terkait dan stakeholder yang ada menjadi penting untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
“Perhutani terus melakukan upaya-upaya seperti pelarangan garapan, bukan hanya saat ini saja upaya yang dilakukan namun hampir tiap tahunnya,"ujarnya.
Perhutani telah melakukan langkah-langkah antisipasi kerusakan hutan seperti selalu aktif melakukan sosialisasi pelarangan garapan kepada masyarakat sekitar hutan.
Sosialisasi di rumah tokoh masyarakat, komunikasi sosial dengan masyarakat penggarap, memasang papan larangan garapan, termasuk koordinasi lintas instansi terkait serta forkompincam untuk mencari solusi penanganan dan pemeliharaan hutan akibat tanaman sayuran agar masyarakat mau beralih komoditas.
"Patroli gabungan juga dilaksanakan untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat penggarap beralih komoditas dari jenis sayuran ke tanaman kehutanan,"tandasnya.
Sementara itu Ketua Bosapala Sawangan Sigedong, Akhmad S Arifin memberikan apresiasi dan mendukung langkah-langkah Perhutani KPH Pekalongan Barat, yang selama ini telah melakukan upaya-upaya dalam rangka kelestarian hutan.
Gerakan penanaman dan pemeliharaan hutan terus lakukan sejak tahun 2023, berlanjut hinggta tahun 2025 ini.
Puluhan ribu bibit tanaman sudah ditanam di hutan wilayah lereng barat Gunung Slamet.
Penanaman dengan menggandeng pihak-pihak lain dan stakeholder terkait. Kami juga senang langkah yang dilakukan Perhutani KPH Pekalongan Barat dengan menggandeng stakeholder termasuk kami pecinta alam.
Intens Pengawasan
Hal ini intens dilakukan bukan hanya sebatas pada aksi penanaman, namun juga intens melakukan pengawasan dan penjagaan pasca penanaman.
“Kami juga mengharap dan mengajak elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan serta ikut berperan serta untuk kelestarian hutan,”imbuhnya***



