Pengembalian Tujuh Fosil ke Museum Semedo Disambut Meriah Dengan Kirab Budaya

Selasa, 25 November 2025 | 18.14
Pengembalian Tujuh Fosil ke Museum Semedo Disambut Meriah Dengan Kirab Budaya

SLAWI, puskapik.com - Pengembalian tujuh fosil ke Museum Semedo, Kabupaten Tegal disambut meriah dengan Kirab Budaya Museum Semedo. Kirab Budaya Museum Semedo yang dilaksanakan Senin malam, 24 Novembe...

SLAWI, puskapik.com - Pengembalian tujuh fosil ke Museum Semedo, Kabupaten Tegal disambut meriah dengan Kirab Budaya Museum Semedo. Kirab Budaya Museum Semedo yang dilaksanakan Senin malam, 24 November 2025 disambut antusias masyarakat. Ribuan warga memadati Kawasan Alun-Alun Hanggawana Slawi. Tujuh fosil milik Museum Semedo yang dikembalikan , diantaranya dari Museum Sangiran, di antaranya koleksi fosil Gigantopithecus (primata purba raksasa) dan Pongo (leluhur orangutan) serta empat koleksi fosil Hexaprotodon (kuda air) dan Megalochelys (kura-kura purba raksasa) dari Museum Nasional. Kirab diikuti Pasukan Pengibar Bendera dari SMA 1 Pangkah, Karnaval Karawitan Budaya dari Rumah Seni Tegal dan Batik Carnival dari SMP 1 Slawi. Kemudian Barongan GSN, Barongan Dharmo Anom, Barongsai Adhi Dharma Slawi yang tampil memukau di depan tamu undangan. Sementara itu, Pasukan Bergodo dari Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) dan Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal (DKDKT) mengawal Kereta Pusaka Pembawa Fosil dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menuju Alun- Alun Hanggawana Slawi. Suasana semakin semarak dengan tampilnya Keroncong Orkestra Gita Puspita yang menyanyikan lagu- lagu berbahasa Jawa yang akrab di telinga masyarakat. Kirab Budaya Museum Semedo merupakan rangkaian Program Publik Maring Semedo Disit 2025 yang diselenggarakan oleh Museum Situs Semedo bersama Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal (DKDKT) dan Pemkab Tegal selama bulan November 2025. Prosesi pengembalian tujuh fosil diserahkan oleh Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal Ki Firman Haryo Susilo kepada Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid. Tujuh fosil yang disimpan dalam empat wadah berbeda itu satu per satu diterima Wakil Bupati. Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid dalam sambutannya mewakili Bupati Tegal menyampaikan, acara kirab ini sebagai perayaan budaya, sekaligus sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur , yang tersimpan di Museum Semedo sebagai pusat koleksi batik dan artefak budaya Kabupaten Tegal. Kirab ini juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam melestarikan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan Kabupaten Tegal. Ahmad Kholid menuturkan, Museum Situs Semedo merupakan salah satu pusat pelestarian peninggalan prasejarah di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Tegal. Di dalamnya tersimpan fosil manusia purba, fauna, serta artefak budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi perjalanan panjang peradaban. Namun, kekayaan budaya dan situs purbakala tersebut menghadapi tantangan yang tidak kecil seperti minimnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan situs ini, termasuk kurangnya perhatian dari generasi muda kita sehingga sangat rentan terhadap ancaman perubahan jaman yang sudah memasuki era digital. Generasi milenial, generasi Z, maupun generasi alpha cenderung lebih tertarik pada budaya populer global melalui media sosial, yang dapat mengurangi minat terhadap tradisi lokal seperti batik dan kirab budaya. Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2022 menunjukkan bahwa hanya 45% generasi milenial di Indonesia yang aktif terlibat dalam kegiatan budaya tradisional, dibandingkan dengan 65% generasi sebelumnya. Sementara itu di Kabupaten Tegal, survei Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 2023 mengungkapkan bahwa 52% generasi muda (usia 20-40 tahun) lebih memilih hiburan digital dari pada acara budaya lokal, yang berpotensi melemahkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah gerakan nyata untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan kembali nilai penting warisan budaya ini. " Melalui program publik Maring Semedo Disit 2025, masyarakat diajak "kembali menengok dan berkunjung" untuk bersama-sama melestarikan, mempromosikan, serta menguatkan identitas budaya lokal agar tetap relevan dan dikenal luas. Sebab warisan budaya batik Indonesia yang salah satunya seperti batik Semedo ini telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Manusia, dan dapat menjadi katalisator ekonomi," tuturnya. Program Maring Semedo Disit 2025 ini diharapkan dapat menjadi daya ungkit dan mendorong kunjungan wisatawan, ke Kabupaten Tegal dengan target 2000 pengunjung, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif. **

Artikel Terkait