Pameran Wanara Seba 2025 di Gedung Korpri, Tampilkan Sembilan Koleksi Museum Semedo

Rabu, 26 November 2025 | 19.33
Pameran Wanara Seba 2025 di Gedung Korpri, Tampilkan Sembilan Koleksi Museum Semedo

SLAWI, puskapik.com - Museum Semedo Kabupaten Tegal kembali menggelar Pameran Wanara Seba. Kali ini Wanara Seba digelar di Gedung Korpri Slawi selama tiga hari mulai 25 sampai 27 November 2025. Pamera...

SLAWI, puskapik.com - Museum Semedo Kabupaten Tegal kembali menggelar Pameran Wanara Seba. Kali ini Wanara Seba digelar di Gedung Korpri Slawi selama tiga hari mulai 25 sampai 27 November 2025. Pameran ini bertujuan untuk mengkomunikasikan nilai penting koleksi Semedo kepada publik dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Sebanyak sembilan koleksi masterpiece Semedo yang tersimpan di Museum Sangiran selama kurang lebih 10 tahun dipamerkan kepada khalayak. Koleksi yang dipamerkan meliputi fosil Giganthopithecus atau kera raksasa, Megalochelys atau kura- kura raksasa, Hexaprotodon sivalensis atau kuda sungai, Homo erectus Semedo 1 (SMD-1). "Keistimewaan pameran kali ini adalah kembalinya koleksi-koleksi masterpiece Semedo yang sekian tahun menjadi duta keliling. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Tegal kaya akan warisan budaya, khususnya fosil dan artefak prasejarah yang tidak hanya beragam tapi sangat langka," kata Kepala Unit Museum Semedo Gatut Eko Nurcahyo, Selasa, 25 November 2025. Pameran ini juga diharapkan dapat meningkatkan local pride atau kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya sendiri. "Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi tidak hanya Museum Semedo tapi juga dapat mendinamisasi dinamika kebudayaan di Kabupaten Tegal," tambah Gatut. Gatut menuturkan, koleksi- koleksi yang kembali ke Museum.Semedo bukan koleksi sembarangan. Giganthopithecus sendiri fosil yang sampai sekarang oleh kalangan akademisi atau ilmuwan disebut sebagai fosil yang fenomenal , enigmatic atau misterius. Karena sampai sekaran, baru ditemukan di dua tempat di dunia, yakni di Tiongkok Selatan dan Semedo Kabupaten Tegal. Sementara, Homo erectus SMD-1 yang ditemukan pada tahun 2011 telah membuka dan memberikan pengetahun baru. Sebelum penemuan Homo erectus SMD-1, di kalangan akademis diyakini persebaran manusia purba Homo erectus hanya di Jawa bagian tengah dan Jawa Timur. Ternyata dengan ditemukan SMD-1 membuka dan memberikan pengetahuan baru bahwa migrasi persebaran Homo erectus sampai perbatasan Jawa Tengah bagian barat dan Jawa Barat. Hal ini sangat penting bagi pengetahuan paleontologi , paleontropologi, arkelogi dan geologi serta cabang ilmu lainnya. Fosil Hexaprotodon atau kuda air, dan juga fosil kura - kura darat raksasa Megalochelys membuktikan koleksi Museum Semedo dan warisan budaya Kabupaten Tegal mekpunyai nilai penting, sehingga koleksi- koleksi tersebut dipamerkan di Museum Nasional di Jakarta sejak akhir 2024. Pameran Wanara Seba 2025 merupakan pameran kedua yang digelar Museum Semedo. Sebelumnya pameran Wanara Seba digelar pada tahun 2024 di Trasa Coworking Space Slawi. Pameran ini dilaksanakan bersama Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal ( DKDKT) dan Pemkab Tegal. **

Artikel Terkait